Ia menyampaikan bahwa meningkatnya partisipasi politik generasi muda merupakan perkembangan yang patut diapresiasi. Namun, tantangan berikutnya bukan hanya mendorong mereka menggunakan hak pilih, melainkan membuka ruang agar anak muda dapat terlibat secara langsung dalam proses pengambilan keputusan dan kepemimpinan di tingkat daerah.
“Kita patut bersyukur karena partisipasi politik generasi muda terus meningkat. Tantangan kita hari ini bukan lagi sekadar mendorong mereka ikut memilih, tetapi bagaimana membuka ruang agar mereka dapat menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan dan kepemimpinan daerah,” ujar Wildan.
Menurutnya, Kota Bekasi memiliki modal besar untuk melahirkan pemimpin muda berkualitas. Dengan jumlah penduduk sekitar 2,6 juta jiwa yang didominasi kelompok usia produktif, potensi tersebut perlu didukung melalui pendidikan politik yang berkelanjutan, sistem kaderisasi yang sehat, serta semakin terbukanya ruang partisipasi publik.



Tinggalkan Balasan