Reses DPRD Kota Bekasi Didominasi Keluhan Infrastruktur, Perbaikan Jalan hingga Drainase Jadi Prioritas
KOTA BEKASI, Prolite – Persoalan infrastruktur lingkungan masih menjadi kebutuhan utama yang disampaikan masyarakat kepada anggota DPRD Kota Bekasi. Berbagai usulan mengenai perbaikan jalan lingkungan, saluran drainase, hingga penerangan jalan umum (PJU) mendominasi aspirasi warga selama pelaksanaan reses yang digelar pada 7–12 Juli 2026.
Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, mengungkapkan bahwa hampir seluruh anggota dewan menerima masukan serupa dari masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur lingkungan masih menjadi perhatian utama warga dan perlu mendapatkan penanganan secara bertahap.
Ia menjelaskan, dari total 50 anggota DPRD Kota Bekasi yang melaksanakan reses, seluruhnya menerima aspirasi terkait kebutuhan peningkatan infrastruktur dasar. Permintaan warga tidak hanya berkaitan dengan perbaikan jalan lingkungan, tetapi juga menyangkut saluran air yang mengalami kerusakan serta kebutuhan penerangan jalan di sejumlah kawasan permukiman.
“Reses kemarin paling banyak usulan warga itu soal infrastruktur lingkungan seperti perbaikan jalan lingkungan, saluran air dan penerangan jalan umum,” ujar Sardi, Kamis (16/7/2026).
“Jadi mayoritas aspirasi yang ada didominasi urusan infrastruktur,” lanjutnya.
Menurut Sardi, hasil penjaringan aspirasi tersebut akan menjadi salah satu bahan pembahasan DPRD bersama Pemerintah Kota Bekasi dalam menyusun program pembangunan ke depan. Ia mengatakan, berbagai usulan masyarakat akan dipetakan agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan serta kemampuan anggaran daerah.
Salah satu rencana yang tengah dipersiapkan, kata dia, adalah mengintegrasikan pembangunan jalan lingkungan dengan perbaikan jalan-jalan utama di Kota Bekasi. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan konektivitas yang lebih baik sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.
Ia menilai, pembangunan infrastruktur tidak dapat dilakukan secara parsial. Karena itu, penanganan jalan lingkungan perlu diselaraskan dengan pembenahan jalan arteri yang selama ini juga banyak mengalami kerusakan.
“Kami akan mengintegrasikan jalan-jalan lingkungan dengan jalan utama yang rusak,” ucapnya.
“Bersama Pemkot Bekasi kami berkomitmen akan menuntaskan persoalan infrastruktur lingkungan,” tambah Sardi.
Komitmen serupa juga disampaikan Anggota DPRD Kota Bekasi, Rudy Heryansah. Ia mengaku menerima banyak keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur di lingkungan tempat tinggal mereka selama pelaksanaan reses.
Menurut Rudy, mayoritas warga meminta adanya perbaikan jalan lingkungan yang rusak serta pembenahan saluran drainase yang dinilai sudah tidak berfungsi secara optimal. Kerusakan tersebut, menurut aspirasi masyarakat, tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari tetapi juga berpotensi menimbulkan genangan ketika hujan turun.
“Banyak warga yang menyampaikan aspirasi kepada saya agar ada perbaikan jalan lingkungan dan saluran air,” ujar Rudy.
“Ini karena banyak jalan maupun saluran yang kondisinya rusak di lingkungan warga,” lanjutnya.
DPRD Kota Bekasi berharap seluruh aspirasi yang dihimpun selama masa reses dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan daerah. Melalui koordinasi bersama Pemerintah Kota Bekasi, berbagai kebutuhan infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan masyarakat diharapkan dapat direalisasikan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dengan sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat, upaya peningkatan kualitas infrastruktur di Kota Bekasi diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung aktivitas warga di berbagai wilayah. (dit/adv)



Tinggalkan Balasan