Anton Usulkan Penambahan Polder di Hulu Ciketing Udik untuk Kurangi Risiko Banjir Kawasan PSEL Bekasi

KOTA BEKASI, Prolite Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, mengusulkan pembangunan satu polder tambahan di kawasan hulu Ciketing Udik sebagai langkah untuk mengurangi potensi banjir di sekitar lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Bantargebang. Menurutnya, keberadaan infrastruktur pengendali banjir tersebut diperlukan agar kawasan strategis pengolahan sampah tidak terus terdampak genangan ketika curah hujan tinggi.

Usulan tersebut disampaikan setelah melihat kondisi di sekitar area PSEL yang masih memiliki kerawanan banjir meskipun telah dilengkapi satu polder. Anton menilai kapasitas pengendalian air yang ada saat ini masih perlu diperkuat, terutama untuk menahan limpasan air dari wilayah hulu sebelum mengalir ke lokasi proyek maupun permukiman warga.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan polder tambahan di wilayah hulu Ciketing Udik dapat menjadi solusi untuk mengendalikan aliran air sejak awal. Dengan demikian, debit air yang menuju kawasan PSEL dapat dikurangi sehingga risiko genangan di area tersebut juga bisa diminimalkan.

“Nah, ini kan rawan banjir. Nanti saya berharap dibuat satu polder lagi di arah hulunya. Jadi nanti air tidak langsung ke PSEL, tetapi ditahan dulu di hulu Ciketing Udik,” ujar Anton.

Menurut Anton, sistem pengendalian banjir harus dirancang secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada lokasi proyek. Penanganan dari bagian hulu dinilai lebih efektif karena dapat mengurangi volume air yang mengalir ke wilayah hilir, termasuk kawasan PSEL serta lingkungan permukiman di sekitarnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi proyek juga kerap merasakan dampak banjir saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Oleh sebab itu, pembangunan polder baru tidak hanya akan mendukung keberlangsungan proyek strategis tersebut, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi warga yang selama ini terdampak genangan.

Anton mengakui kondisi banjir di kawasan tersebut masih tergolong cukup serius ketika hujan lebat mengguyur wilayah Kota Bekasi. Genangan air, menurutnya, masih sering terjadi sehingga diperlukan percepatan penyelesaian berbagai upaya penanganan yang saat ini sedang dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Di sini banjir lumayan parah, menggenangnya. Saya berharap yang hari ini sedang diperbaiki bisa segera diatasi oleh Pemkot Bekasi,” katanya.

Ia berharap Pemerintah Kota Bekasi dapat memberikan perhatian terhadap usulan pembangunan polder tambahan tersebut sebagai bagian dari penataan kawasan PSEL Bantargebang. Dengan pengelolaan drainase dan sistem pengendalian banjir yang lebih optimal, proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik itu diharapkan dapat beroperasi tanpa terganggu persoalan genangan air.

Selain mendukung kelancaran pembangunan PSEL, langkah tersebut juga dinilai penting untuk meningkatkan perlindungan terhadap kawasan permukiman di sekitar lokasi proyek. Penanganan banjir yang lebih komprehensif diyakini dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan pembangunan infrastruktur strategis di Kota Bekasi.

Melalui pembangunan polder tambahan di kawasan hulu Ciketing Udik, Anton berharap pengendalian banjir dapat dilakukan secara lebih efektif. Ia menilai sinergi antara pembangunan infrastruktur pengendali air dan pengembangan kawasan PSEL menjadi langkah penting agar proyek strategis tersebut dapat berjalan optimal sekaligus mengurangi dampak banjir yang selama ini masih dirasakan oleh warga sekitar. (dit/adv)

Ananditha Nursyifa
Editor