Krisis literasi bukan sekadar persoalan pendidikan, tetapi persoalan peradaban. Tanpa budaya literasi yang kuat, Indonesia akan menghadapi kesulitan dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga polarisasi sosial.
Menghidupkan kembali Catur Pusat Pendidikan dapat menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Kini, saatnya semua pihak terlibat—keluarga, sekolah, masyarakat, dan media. Karena masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membaca, tetapi oleh kemampuan memahami dan berpikir kritis.
Pertanyaannya sekarang, sudah sejauh mana kita berkontribusi dalam membangun budaya literasi?
Tag Terkait:



Tinggalkan Balasan