Pendekatan ini dinilai strategis karena literasi tidak dapat dibangun secara parsial. Namun, selama ini Catur Pusat Pendidikan sering kali hanya menjadi konsep tanpa implementasi yang kuat.
Keluarga: Fondasi Literasi Sejak Dini
Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak dalam mengenal literasi. Berbagai studi internasional menunjukkan bahwa anak yang terbiasa dibacakan buku sejak dini memiliki kemampuan literasi yang lebih baik.
Di Finlandia, program family literacy bahkan menjadi bagian dari kebijakan nasional. Di Indonesia, program seperti Gerakan Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku) sudah ada, namun implementasinya masih terbatas.
Sekolah: Dari Tempat Belajar Menjadi Ruang Pembudayaan
Sekolah memiliki peran strategis dalam membangun literasi. Namun, pendekatan yang digunakan masih perlu diperbaiki. Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sering kali hanya bersifat formalitas, seperti membaca selama 15 menit tanpa pendalaman.



Tinggalkan Balasan