Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai bahwa semangat produktif tersebut sangat sejalan dengan visi “Bekasi Keren” yang selama ini digaungkan sebagai identitas pembangunan daerah.
“Saya memaknai keren itu sebagai kreatif, enerjik, dan responsif. Itu yang harus diimplementasikan,” jelasnya menegaskan.
Nilai-nilai ini tidak boleh hanya berhenti pada tataran slogan, melainkan wajib menjadi jati diri dan standar kerja bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Responsivitas dari seluruh aparatur pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika kebutuhan masyarakat perkotaan yang bergerak cepat.
Dengan terinternalisasinya nilai kreatif, enerjik, dan responsif, pelayanan publik diyakini akan semakin optimal.
“Nilai kreatif, enerjik, dan responsif itu harus menjadi jati diri aparatur pemerintahan daerah dalam mengelola pemerintahan Kota Bekasi,” tuturnya.




Tinggalkan Balasan