Fenomena “Zoomies” pada Kucing: Kenapa Mereka Tiba-Tiba Hyperaktif di Malam Hari?
Prolite – Kamu lagi enak-enaknya tidur, lalu tiba-tiba… BRUM! Suara kaki kecil berlarian di atas lantai. Dash! Lompat ke sofa. Crash! Sesuatu jatuh. Dan di sudut ruangan, si kucing berdiri dengan mata berbinar, napas ngos-ngosan, seolah baru selesai ikut lomba lari 100 meter.
Kalau kamu punya kucing, adegan ini pasti sangat familiar. Dan kamu mungkin pernah berpikir: “Ini makhluk apa sih sebenarnya?”
Jawabannya? Ini adalah zoomies, salah satu perilaku paling normal, paling ilmiah, dan paling menggemaskan yang bisa kamu saksikan dari kucing kesayanganmu.
Apa Itu Zoomies? Kenalkan: FRAP!

Di dunia veteriner, zoomies punya nama resmi yang cukup dramatis: Frenetic Random Activity Periods — atau disingkat FRAP. Secara harfiah artinya adalah “periode aktivitas acak yang frenetis.” Nama yang sangat sesuai untuk momen di mana kucingmu tiba-tiba sprint keliling rumah tanpa peringatan apapun.
FRAP adalah ledakan energi acak yang terjadi pada kucing dan anjing, di mana mereka berlari seperti kesetanan, umumnya dalam lingkaran atau jalur zig-zag. Episode ini biasanya berlangsung hanya beberapa menit atau kurang.
Menurut José Arce, presiden terpilih dari American Veterinary Medical Association (AVMA), zoomies pada dasarnya adalah ekspresi kesenangan murni — “mereka hanya sedang bersenang-senang.”
Jadi kalau malam ini kucingmu tiba-tiba gila-gilaan di jam dua pagi, santai saja — ia tidak sedang dalam kondisi darurat. Ia sedang bahagia. Hanya caranya mengekspresikannya sedikit… dramatis.




Tinggalkan Balasan