Kuda Renggong : Dari desa kecil di Sumedang, lahir sebuah kesenian yang bikin kuda bisa bergoyang mengikuti kendang, dan dunia pun terpesona!
Prolite – Coba bayangkan: kamu sedang berdiri di pinggir jalan kampung, tiba-tiba terdengar gemuruh kendang dan alunan terompet. Lalu muncullah seekor kuda berbadan tegap, dihiasi kain berwarna-warni, melangkah dan bergerak seolah sedang menari mengikuti irama musik. Di punggungnya, duduk seorang anak kecil berbaju mirip Gatotkaca, tersenyum bangga di tengah sorak sorai penonton.
Itulah Kuda Renggong — kesenian tradisional khas Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang sudah berusia ratusan tahun dan kini resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Unik, meriah, dan penuh makna. Yuk, kita kenalan lebih dalam dengan kesenian yang satu ini!
Sumedang: “Puseur Budaya Sunda” yang Melahirkan Kuda Penari
Sumedang bukan sembarang kabupaten. Julukan “Sumedang Puseur Budaya Sunda” — artinya pusat kebudayaan Sunda — bukan sekadar kebanggaan lokal, tapi pengakuan atas warisan budaya yang begitu kaya dan panjang.
Sejarah Kuda Renggong dapat dirunut hingga abad ke-16, ketika seni ini menjadi hiburan bagi penguasa Kerajaan Sumedang Larang. Bayangkan betapa panjangnya perjalanan kesenian ini — sudah ada bahkan sebelum Indonesia lahir sebagai bangsa!
Tapi titik asal yang paling banyak dicatat dalam sejarah modern berpusat pada kisah seorang anak laki-laki bernama Sipan dari Dusun Cikurubuk, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten Sumedang di akhir abad ke-19.
Sejak kecil, Sipan selalu mengamati tingkah laku kuda-kuda miliknya yang bernama si Cengek dan si Dengkek. Dari pengamatannya itu, ia menyimpulkan bahwa kuda juga dapat dilatih untuk mengikuti gerakan-gerakan yang diinginkan oleh manusia.
Eksperimen Sipan berhasil — dan kabarnya sampai ke telinga Pangeran Aria Surya Atmaja, Bupati Sumedang kala itu, yang langsung terpesona dan memerintahkan Sipan melatih kuda-kuda milik sang Pangeran. Dari situlah benih kesenian Kuda Renggong mulai tumbuh dan menyebar ke seluruh penjuru Sumedang.




Tinggalkan Balasan