Bagaimana Core Belief Membentuk Cara Kita Berpikir?

Core belief  (atau keyakinan dasar) adalah lapisan paling dalam dari cara kita memandang diri sendiri, orang lain, dan dunia. Bayangkan seperti kacamata yang sudah kamu pakai sejak kecil: semua yang kamu lihat akan terfilter lewat lensa itu, entah kamu sadar atau nggak.

Contoh core belief yang negatif misalnya: “Aku tidak cukup baik,” “Aku tidak layak dicintai,” atau “Dunia ini berbahaya.” Menurut Therapist Aid (2020), keyakinan dasar ini bertindak seperti lensa — setiap situasi dan pengalaman hidup akan dipersepsi melewati filter tersebut.

Pertanyaannya: dari mana keyakinan ini berasal? Jawabannya ada di masa kecilmu. Berdasarkan panduan CBT dari StatPearls (NIH), belief systems atau skema ini terbentuk seiring kita menjalani pengalaman hidup, terutama di tahun-tahun awal pertumbuhan. Pola asuh, lingkungan sekolah, hingga trauma kecil yang mungkin sudah terlupakan, semuanya bisa “mengukir” core belief yang kemudian bertahan hingga dewasa.

Yang bikin rumit, core belief yang negatif ini sering kali tidak akurat, tapi terasa sangat nyata dan mutlak. Seseorang dengan core belief “aku tidak cukup baik” akan terus-menerus mencari “bukti” yang mendukung keyakinan itu, dan secara otomatis mengabaikan bukti sebaliknya. Inilah yang dalam psikologi disebut confirmation bias dalam konteks kognitif.

Ananditha Nursyifa
Editor