dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Hari ini kita menunjukkan kepada Indonesia bahkan dunia bahwa Bandung bukan hanya kota kreatif, kota pendidikan, atau kota wisata. Bandung adalah kota yang menjaga akar budayanya dengan penuh cinta dan tanggung jawab,” ujar Zulkarnain.

Menurutnya, filosofi angklung mengajarkan bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan ketika dipadukan dalam kebersamaan. Karena itu, pelestarian angklung tidak cukup hanya dengan menjaganya tetap ada, tetapi juga memastikan warisan budaya tersebut terus hidup, dimainkan, dipelajari, dicintai, dan relevan bagi generasi muda.

“Angklung mengajarkan gotong royong, kebersamaan, dan toleransi. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan dipersatukan menjadi sebuah kekuatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa menjelaskan, Bandung Kota Angklung Festival 2026 merupakan puncak peringatan Hari Bandung Kota Angklung yang tahun ini memasuki tahun kelima sejak dideklarasikan.

Rizki Oktaviani
Editor