DP2KBP3A KBB Perkuat Kemandirian Perempuan Lewat Pelatihan Wirausaha Digital
NGAMPRAH, Prolite – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) terus memperkuat upaya pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari pembangunan daerah yang inklusif. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendorong kemandirian perempuan agar memiliki kemampuan mengambil keputusan secara mandiri, baik dalam kehidupan pribadi maupun ekonomi.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bandung Barat, Akhmad Panji Hernawan, mengatakan perempuan yang mandiri memiliki peluang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, menyelesaikan berbagai persoalan secara mandiri, serta memiliki posisi yang lebih kuat dan dihargai di lingkungan sosial. Menurutnya, kemandirian juga dapat memberikan keberanian bagi perempuan untuk keluar dari hubungan yang tidak sehat dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Sebagai bentuk implementasi komitmen tersebut, DP2KBP3A menggelar pelatihan kewirausahaan dan kemandirian ekonomi berbasis keterampilan digital yang berlangsung selama tiga hari. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas perempuan agar mampu menjadi pelaku usaha yang produktif sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 3 Tahun 2015. Kegiatan ini juga mendukung program pembangunan daerah “Amanah”, yang memiliki fokus pada pengentasan kemiskinan dan upaya mencapai zero new stunting.
Panji menjelaskan bahwa peran perempuan di Kabupaten Bandung Barat sangat besar jika dilihat dari komposisi penduduk. Berdasarkan data demografi tahun 2026, jumlah penduduk Kabupaten Bandung Barat mencapai sekitar 1,9 juta jiwa, dengan 49 persen di antaranya merupakan perempuan. Sementara itu, laju pertumbuhan penduduk tercatat sebesar 1,37 persen.
Dengan jumlah tersebut, menurut Panji, perempuan harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah. Oleh sebab itu, pemerintah daerah berupaya memastikan berbagai program pemberdayaan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pemda berkomitmen memastikan setiap alokasi anggaran benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara inklusif. Perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi aktor utama penggerak ekonomi lokal,” tegas Panji di Ngamprah, Kamis (23/7/2026).
Untuk memperkuat pelaksanaan program, Pemkab Bandung Barat menggandeng berbagai pihak melalui kolaborasi lintas sektor. Kerja sama dilakukan bersama PT Telkom Indonesia dan akademisi dari Telkom University guna menghadirkan materi pelatihan yang relevan dengan perkembangan dunia usaha saat ini.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta memperoleh pembekalan mengenai berbagai aspek kewirausahaan. Materi yang diberikan meliputi pembangunan pola pikir (mindset) kewirausahaan, strategi pemasaran digital, keterampilan teknis di bidang kuliner, kriya, dan fesyen, hingga pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pengembangan usaha.
Menurut Panji, pelatihan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan dirancang agar peserta memiliki bekal keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan usaha.
“Program ini tidak sekadar formalitas. Kami ingin memberikan alat dan keterampilan konkret agar para peserta mampu berdikari. Tujuannya jelas, memutus rantai ketergantungan ekonomi dan kemiskinan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia perempuan,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga. Dengan dukungan tenaga ahli, pemanfaatan teknologi digital, serta pendampingan yang berkelanjutan, perempuan di Kabupaten Bandung Barat diharapkan mampu berkembang menjadi pelaku usaha rumah tangga yang tangguh, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Melalui program pemberdayaan ini, Pemkab Bandung Barat optimistis perempuan dapat mengambil peran yang semakin besar dalam menggerakkan perekonomian daerah. Selain meningkatkan kesejahteraan keluarga, kemandirian perempuan juga diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (dit/adv)



Tinggalkan Balasan