Usai Konvoi Persib Penanganan Sampah Harus Lebih Spesifik

KOTA BANDUNG, Prolite – Evaluasi penangan sampah selama konvoi Kemenangan Persib vs PSM ternyata harus ditangani spesifik pasalnya sampah botol kaca berbahaya dan tidak bisa diambil mesin penyedot sampah. Ada sebanyak dua karung ukuran sedang sampah botol kaca tersebut.

“Gak terlalu signifikan dari jumlah sampah tapi jenis sampah mengkhawatirkan. Ada botol kaca itu jumlah cukup banyak dan anehnya di pecahin,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung Darto, di balai kota, Kamis 21 Mei 2026.

Darto menjelaskan bahwa sampah botol kaca itu penanganannya terlalu spesifik, harus dipungut satu-satu. Pasalnya mesin tidak bisa menyedotnya terlebih bil botol masih utuh.

“Sampah jenis itu ya, gak bisa disedot pake mesin. Harus dipungut satu-satu dikarungin, ditangani sampai level itu, itu menyulitkan dan itu berbahaya, terutama yang sudah dipecah-pecahin,” ungkapnya.

Kondisi itu kata dia membuat penanganan lebih nama dan bahaya, kalau ke terinjek atau kena tangan bisa melukai.

“Karena itu harapannya mohon andaikata terpaksa jangan harus ada botol,itu sampah spesifik yang perlu kita waspadai sampah botol,” tegasnya seraya membenarkan botol tersebut bekas minuman keras (miras).

Pola penangan sampah nanti kata Darto setelah di koreksi Wali Kota Bandung saat Persib vs PSM akan seperti pola penanganan sampah saat Milangkala Tatar Sunda atau kirab budaya mahkota Ajeng Ki Sunda.

“Ya intinya ujungnya bergerak jam berapa kaya kemarin ujung terakhir jam berapa, bergeraknya, kita tunggu beberapa saat sampai memungkinkan. Kan masih ada pergerakan orang disitu ya setelah orang tidak ada baru kita bergerak,” terangnya.

Selain botol kaca, botol plastik, gelas plastik sisa minuman dan makanan tetap ada. Itu diperoleh di sepanjang jembatan layang Pasopati.

Pihaknya kata Darto menyiapkan pickup minimal tiga unit. Pickup disiapkan karena fleksibel untuk mengikuti pawai, sedang truk standby di titik tertentu.

“Bilamana pickup sudah penuh nah kita geser ke truk ditampung di truk, nanti pickup bergerak lagi, kan tidak mungkin truk gede ngikutin konvoi,”jelasnya.

Selain kendaraan pengangkut, DLHK juga menurunkan sekitar 345 personel dan dua unit kendaraan truk road sweeper.

“Ada beberapa titik, jadi areal lokasi yang kita waspadai itu yang tadi yang titik titik kita waspadai, sepanjang jalur tadi itu terutama, tapi kan ada samping-sampingnya, sayap-sayap perlu kita waspadai juga kan terutama titik keramaian Persib yang kita duga sekitar Sulanjana misalnya, puskesmas juga.
Dari tanggal 23 kita antisipasi makanya arahan pak wali jelas tanggal 23,24,25 itu perlu antisipasi,” ucapnya seraya mengatakan personel reguler tetap jalan, sedang saat konvoi personel inreguler.

Rizki Oktaviani
Editor