Wali Kota Bandung Luncurkan Program Adminduk Hingga Pengolahan Sampah
KOTA BANDUNG, Prolite – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meluncurkan beberapa aplikasi atau program. Mulai dari program administrasi kependudukan (adminduk) hingga program pengolahan sampah.
Kata Farhan yang pertama Sip Pisan, layanan adminduk ini khusus untuk disabilitas dan lansia yang tidak bisa mobile, termasuk warga yang dalam keadaan sakit ‘tirah baring’.
“Untuk layanan Disdukcapil maka diterapkan aplikasi Sip Pisan, menggunakan teknologi google form dan prosesnya semua serba online. Dan nanti akan diterima di perangkat dalam bentuk identitas kependudukan digital,” ujarnya usai apel Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Balai Kota, Rabu 20 Mei 2026.
Aplikasi berikutnya ‘Karasa’ sirkular merupakan sebuah bentuk pematangan ekosistem program pengolahan sampah di wilayah. Hasilnya berupa kompos dan medium tanam lainnya, dimanfaatkan oleh urban farming buruan SAE.
“Yang mana hasil panennya kemudian dimanfaatkan oleh dapur sehat atasi stunting,” jelasnya.

Lanjutnya, sirkular ini harus berjalan terus sedemikian rupa dalam rangka menciptakan ekosistem yang baik. Tujuan utamanya bukan langsung memberikan nilai tambah ekonomi, tapi sistemnya jalan dulu.
“Ketika sistemnya sudah jalan, baru kita akan bisa menghitung skala ekonominya.
Misalnya apabila buruan SAE akan mengambil hasil dari Kang Pisman, itu minimal ada harga tertentu. Demikian juga hasil panen dari buruan SAE akan diambil oleh dapur dahsyat, itu ada anggaran tertentu. Tapi kalau sekarang itu belum diterapkan, yang penting jalan dulu sirkulasinya,” pungkasnya.
Lanjutnya, dari layanan Sip Pisan itu layanan administrasi kependudukan mendorong kemandirian para kelompok-kelompok rentan.
Sementara itu sirkulasi Karasa ini adalah salah satu bentuk kemandirian kewilayahan dalam pengelolaan wilayahnya.
“Nah kemandirian ini juga yang ingin kita dorong kepada seluruh warga kota Bandung, karena masalah di kota Bandung harus bisa diselesaikan oleh warga kota Bandung. Tidak saling menuding, tidak saling menyalahkan, tidak saling nampik tanggung jawab,” tegasnya.




Tinggalkan Balasan