Pemkot Bandung Gelar Hari Tanpa Tembakau se-Dunia di SMAN 20
KOTA BANDUNG, Prolite – Pada Hari Tanpa Tembakau se-Dunia, Kota Bandung menggelar acara “Fight Nicotine, No Nicotine No Ribet” di SMAN 20. Sekertaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain mengajak anak-anak sekolah untuk tidak mencoba rokok, baik rokok tembakau ataupun rokok elektrik (vape).
Iskandar mengatakan bahwa kegiatan Hari Tanpa Tembakau se-Dunia ini sangat dibutuhkan terutama untuk kalangan anak-anak khususnya usia sekolah tingkat SMA.
“Bahkan SMP pun berpengaruh terkait dengan perokok, disini kita harus menunjukkan baik kita dari orang tua atau pemerintah harus mendukung terkait dengan kegiatan anti nikotin atau merokok. Karena memang bahwa semakin mudah anak-anak ini mendapatkan hal-hal yang terkait ini, ada rokok biasa, rokok vape, cara ini harus jadi contoh agar tidak ditiru. Siapa lagi yang jadi contoh kalau bukan kita,” ujarnya.
Ditambahkan Kepala Dinas Kota Bandung Sony Adam bahwa saat perokok usia anak-anak sekitar 15 persen. Lebih banyak merokok tembakau ketimbang cape, hal itu karena kemungkinan vape masih kemahalan.
“Dampak paling dekat dimana uang digunakan banyak untuk rokok bukan produktif untuk kegiatan olahraga, makanan bergizi, membeli buku. Jadi karena dorongan zat adiktif nya itu lah mereka senantiasa memprioritaskan membeli rokok. Jangan coba-coba untuk merokok ada zat nikotin, yang apabila sudah mulai akan terus berlanjut,” tegasnya.
Perokok anak ini kata Sony mulai dari anak-anak usia SD hingga SMA bahkan balita. Untuk pengawasan sendiri, Sony sudah meminta para kepala sekolah dan guru untuk senantiasa menganjurkan anak-anak didiknya jangan memulai merokok dan memberikan contoh tidak merokok.
“Ciri anak sudah merokok, bisa dari bau juga sudah tercium ya, lalu pola jajan juga. Dan uang jajan bertambah. Di semua puskesmas kota ada klinik teraphy berhenti merokok, bagi yang mau berhenti,” tutupnya.
Disampaikan Sekda dalan sambutan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bahwa kota Bandung sudah memiliki Perda nomor 4 tahun 2021, berisi sekolah serta sarana belajar mengajar lainnya di kota Bandung harus menjadi ruang yang aman, sehat, dan bebas dari rokok, nikotin, termasuk kegiatan promosinya.
Kegiatan Hari Tanpa Tembakau se-Dunia di sekolah ini melibatkan sekitar 500 siswa SMAN 20 Bandung. Ratusan siswa tersebut membuat kesepakatan untuk menjauhi rokok.
Diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat khusunya anak muda untuk lebih kritis terhadap bahaya nikotin dan menolak berbagai strategi industri rokok dalam membujuk remaja menjadikannya sebagai target.




Tinggalkan Balasan