Menurutnya, fasilitas tersebut akan dibangun di kawasan Gedebage. Pemkot Bandung bersama pihak terkait sebelumnya telah melakukan survei lokasi dan menilai kawasan tersebut memungkinkan untuk dikembangkan sebagai fasilitas pengolahan sampah berkapasitas hingga 300 ton per hari.
Farhan mengatakan, langkah tersebut penting karena Kota Bandung selama ini masih bergantung pada fasilitas tempat pemprosesan akhir yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Terus terang Kota Bandung itu satu-satunya ibu kota provinsi yang tidak punya TPA. Jadi kami sangat tergantung kepada TPA-TPA yang dibangun oleh provinsi, baik yang di Sarimukti maupun yang sekarang sedang dibangun di Legok Nangka,” katanya.
Menurut Farhan, proses pembangunan Legok Nangka masih membutuhkan waktu. Karena itu, Kota Bandung perlu bergerak menyiapkan solusi pengelolaan sampah sembari menunggu fasilitas tersebut beroperasi.
“Waktu itu Pak Gubernur memberikan pekerjaan rumah. Sambil menunggu tiga tahun Legok Nangka jadi, kalian bisa bikin apa? Nah, ini salah satu terobosan yang kami lakukan,” ujarnya.



Tinggalkan Balasan