Sedangkan, Ujang Barong merupakan inisiatif kepolisian yang melibatkan unsur kewilayahan dan masyarakat dalam kegiatan ronda bersama guna menjaga keamanan lingkungan.

Farhan mengatakan, seluruh unsur akan bergerak aktif di lapangan dan tidak hanya menunggu laporan kejadian.

“Prinsipnya tidak boleh ada yang menunggu. Kalau menunggu, kejadian sudah terlambat,” tegasnya.

Selain itu, tim Prabu yang sudah ada sebelumnya akan diperkuat untuk mendukung operasi di lapangan. Personel dari Brimob, polisi, hingga Satpol PP akan disebar ke berbagai titik, mulai dari kawasan wisata, permukiman hingga wilayah perbatasan.

Terkait penindakan, Farhan memastikan aparat tetap mengedepankan perlindungan hak sipil. Namun, tindakan tegas terukur akan dilakukan apabila pelaku mengancam keselamatan jiwa.

“Kalau memang mengancam, tentu ada penindakan tegas. Tapi kalau bisa dilumpuhkan, kita bawa ke kantor,” ujarnya.

Sementara itu, Dansat Brimob Polda Jawa Barat, Kombes Zuhdi Batubara menuturkan, pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam menjaga keamanan wilayah.

Rizki Oktaviani
Editor