“Kita fokus pada wash (sanitasi di rumah tangga), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta pengasuhan. Kita tahu PMT itu hanya makanan sekali atau dua kali, tetapi bagaimana orang tua juga bisa memastikan hak nutrisi anaknya terpenuhi dengan baik,” ucapnya.
Lanjutnya cukup penting juga adalah konvergensi, dimana kerja sama lintas sektor dan lintas OPD menjadi kunci utama.
“Karena selama ini isunya bukan karena kesadaran masyarakat yang kurang, melainkan bagaimana pembiayaan untuk intervensi stunting yang belum dilakukan secara tepat sasaran,” tuturnya.
Ditambahkan Farhan personil yang akan turun ke masyarakat untuk kerjasama ini adalah pemberdayaan dari kader Posyandu.
“Dengan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta kader di tingkat kelurahan dan kecamatan. Para kader tersebut akan turun langsung ke masing-masing wilayah untuk membantu pengaplikasian program beserta strategi dan teknologi yang dimiliki, termasuk membantu penyaluran bantuan bagi penerima manfaat. Jadi kolaborasi ini bukan lagi sekadar Penta Helix, melainkan sudah menjadi “Loba Helix” karena melibatkan banyak pihak,” tegasnya.



Tinggalkan Balasan