“Inilah yang harus kita tangani bersama agar ada konsistensi penurunan secara terus-menerus. Sempat turun, naik lagi, turun lagi, lalu naik lagi, hal tersebut tidak boleh terjadi. Artinya, ada inkonsistensi dalam kebijakan,” tambahnya.
Sementara itu Program Quality, Development, and Partnership Director, yayasan Plan Internasional Indonesia, Muchammad Chaerul Umam menyampaikan bahwa selama ini, pihaknya lebih banyak bekerja terkait isu stunting dan hak anak di wilayah yang cukup jauh dari Kota Bandung, terutama di NTT.
“Hal ini baru untuk bekerja sama langsung dengan pemerintah kota, dan kami sangat senang dapat memulainya di Kota Bandung. Untuk tahun ini kami mulai dengan stunting. Harapannya ke depan, kerja sama ini dapat menjajaki isu-isu lainnya, seperti kesehatan yang lebih luas, pendidikan, pemberdayaan, dan keamanan,” ujarnya.
Teknisnya kata Umam, penanganan stunting cukup beragam, bukan sekadar masalah kesehatan saja, melainkan memiliki komponen penanganan stunting lainnya.



Tinggalkan Balasan