Pegagan untuk Fokus & Daya Ingat: Bukti yang Bikin Kaget
Ini adalah bagian yang mungkin paling mengejutkan banyak orang. Pegagan bukan hanya baik untuk kulit, ia adalah herbal yang secara ilmiah terbukti mendukung kesehatan otak.
Pada April 2024, Guru Besar FK-KMK Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. dr. Dwi Cahyani Ratna Sari, dalam pidato pengukuhan jabatannya menyampaikan bahwa Centella asiatica sedang dikembangkan sebagai terapi untuk mengatasi defisit memori di hipokampus, bagian otak yang menjadi pusat pembelajaran dan konsolidasi memori.
Senyawa aktifnya seperti asam asiatik dan asiatikosida diyakini mampu menembus sawar darah-otak, memengaruhi permeabilitas glukokortikoid, dan meningkatkan influx ion kalsium yang mengoptimalkan fungsi neuron.
“Secara umum, pegagan memperbaiki memori spasial pasca stres melalui efek ansiolitik dan kemampuannya meningkatkan sintesis neurotransmitter, terutama dopamin, yang mendukung proses konsolidasi memori,” demikian ia sampaikan.
Sebuah studi pada 2016 juga membuktikan bahwa peserta yang mengonsumsi 1.000 mg ekstrak pegagan per hari menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek memori — bahkan mengalahkan efektivitas asam folat yang selama ini dipercaya efektif untuk memulihkan daya ingat pasca stroke.
Selain itu, senyawa asiaticoside dalam pegagan terbukti dapat meningkatkan kemampuan belajar dan mengingat, serta memberikan efek menenangkan pada sistem saraf.
Lebih dari itu, pegagan juga memiliki sifat adaptogenik — membantu tubuh dan pikiran beradaptasi lebih baik terhadap stres. Kandungan triterpenoidnya menstabilkan hormon kortisol dan mendukung keseimbangan neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin, menjadikannya herbal yang cocok untuk mengatasi kecemasan ringan, meningkatkan kualitas tidur, dan mengurangi kelelahan mental.
Tidak heran kalau dalam pengobatan Ayurveda dan Traditional Chinese Medicine (TCM), pegagan sudah sejak lama dikenal sebagai “makanan otak”.




Tinggalkan Balasan