Namun jika kebiasaan membaca yang tidak ergonomis dilakukan terus-menerus, kelelahan mata bisa menjadi lebih sering terjadi.
Hubungan Jarak Baca yang Tidak Konsisten dengan Kelelahan Mata

Salah satu faktor yang sering terjadi saat membaca buku sambil tiduran adalah jarak baca yang berubah-ubah.
Saat membaca dalam posisi duduk, jarak antara mata dan buku biasanya lebih stabil. Sebaliknya, saat tiduran, jarak ini sering berubah karena posisi tangan atau tubuh yang tidak tetap.
Ketika jarak baca terlalu dekat, mata harus berfokus lebih kuat untuk melihat huruf dengan jelas. Jika terlalu jauh, mata juga perlu menyesuaikan kembali fokusnya.
Perubahan fokus yang terus-menerus inilah yang dapat membuat otot mata bekerja lebih keras.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa menyebabkan mata lebih cepat lelah, terutama jika dilakukan selama berjam-jam setiap hari.
Para ahli kesehatan mata biasanya menyarankan jarak membaca sekitar 30 hingga 40 sentimeter dari mata untuk menjaga kenyamanan penglihatan.




Tinggalkan Balasan