Lalu, Bagaimana Mengatasinya?

Bagi perusahaan dan atasan yang frustrasi dengan sikap Gen Z ini, ada pendekatan yang jauh lebih efektif daripada menilai mereka sebagai “tidak mau susah”:

Jadikan jobdesk transparan dari awal — pastikan deskripsi pekerjaan realistis dan mencerminkan apa yang benar-benar diharapkan. Kejutan di tengah jalan adalah sumber gesekan terbesar.

Hargai kontribusi ekstra secara nyata — jika memang membutuhkan Gen Z untuk mengerjakan sesuatu di luar lingkup mereka, komunikasikan alasannya, dan berikan penghargaan yang setara, baik berupa kompensasi, pengakuan, atau peluang pengembangan yang konkret.

Bangun budaya yang saling menghormati batas — Gen Z bukan satu-satunya yang butuh batas yang jelas. Semua karyawan produktif saat ekspektasi jelas dan dihormati.

Mereka Bukan Susah Diatur, Mereka Hanya Minta Diperlakukan Adil

Gen Z yang menolak tugas di luar jobdesk bukanlah generasi yang tidak mau berkontribusi. Mereka adalah generasi yang cukup sadar diri untuk tahu nilai mereka, cukup berani untuk menetapkan batas, dan cukup cerdas untuk tidak menukarkan kesehatan mental mereka dengan pujian semu.

Dunia kerja sedang berubah, dan Gen Z bukan yang mengubahnya secara sepihak. Mereka hanya menolak untuk mengikuti aturan lama yang sudah terbukti tidak adil. Dan itu, sebenarnya, adalah sinyal yang bagus untuk semua orang.

Ananditha Nursyifa
Editor