Kemudahan permodalan sendiri kata Farhan sudah ada dari Bank BJB dan BRI dimana pelaku UMKM bisa memanfaatkannyan, salah satunya dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dimana fasilitas kredit ini dengan plafon tertentu, bahkan pinjaman hingga Rp100 juta tanpa agunan. Dengan catatan, alamat debitur maupun alamat tempat usahanya jelas.

“Nah, hal ini yang sedang kita upayakan.

Dengan masuk ke dalam program KUR, bunganya sebesar 6 persen. Itu merupakan bunga hasil kebijakan pemerintah. Dengan bunga 6 persen, seharusnya tidak terlalu memberatkan.

Tetapi, jangan hanya merasa senang atau puas sampai di situ. Kita juga harus mendorong peningkatan kapasitas bisnis para pelaku usaha.” Imbuhnya seraya mengatakan totalnya UMKM disana ada sekitar 12.414 pelaku.

Rizki Oktaviani
Editor