Dalam beberapa tahun terakhir, mitos Penebok kembali ramai dibicarakan setelah ditemukannya sejumlah mayat tanpa kepala di beberapa wilayah pantai Belitung. Sejumlah kasus tersebut sempat diberitakan media sejak 2008 hingga 2021.
Meski tidak pernah terbukti berkaitan dengan hal mistis, masyarakat setempat tetap menghubungkannya dengan legenda Penebok.
Hal inilah yang membuat film The Bell: Panggilan untuk Mati terasa begitu dekat dengan realitas sosial masyarakat Belitung.
Deretan Pemeran dan Tim Produksi
Film ini dibintangi sejumlah aktor dan aktris yang sudah cukup dikenal di perfilman Indonesia, seperti Bhisma Mulia, Ratu Sofya, Givina Dewi, Syalom Razade, Mathias Muchus, dan Septian Dwi Cahyo.
Sementara itu, kursi sutradara diisi oleh Jay Sukmo dengan naskah yang ditulis Priesnanda Dwi Satria.
Menariknya, proyek ini menjadi debut Priesnanda dalam genre horor. Meski begitu, banyak penonton menilai pendekatan cerita yang digunakan terasa cukup matang karena mampu memadukan folklore lokal dengan gaya horor modern.
Siap Go Internasional
Tidak hanya tayang di Indonesia, The Bell: Panggilan untuk Mati juga akan dibawa ke pasar internasional lewat Cannes Film Market yang berlangsung pada 12 hingga 20 Mei 2026.




Tinggalkan Balasan