Kini, legenda itu kembali dihidupkan lewat layar lebar.
Di era media sosial seperti sekarang, banyak orang rela melakukan apa saja demi konten. Premis inilah yang menjadi pemicu utama teror dalam The Bell: Panggilan untuk Mati.
Cerita dimulai ketika sekelompok anak muda nekat mencuri lonceng keramat di Belitung demi membuat konten viral. Mereka menganggap benda tersebut hanyalah artefak tua biasa yang bisa dimanfaatkan untuk menarik perhatian di internet.
Namun, mereka tidak menyadari bahwa lonceng tersebut sebenarnya bukan sekadar benda bersejarah. Lonceng itu dipercaya menjadi segel yang mengurung entitas jahat bernama Penebok selama ratusan tahun. Ketika kesucian lonceng dirusak, sesuatu yang selama ini tertidur akhirnya bangkit kembali.
Penebok: Hantu Tanpa Kepala yang Jadi Mimpi Buruk Warga

Sosok Penebok menjadi pusat teror dalam film ini. Ia digambarkan sebagai makhluk tanpa kepala dengan gaun merah yang bergerak dalam keheningan, tetapi meninggalkan jejak kematian di mana-mana.




Tinggalkan Balasan