Pasar Murah Digelar Pemkot Bandung di 30 Kecamatan

Pemkot Bandung gelar pasar murah di 30 Kecamatan di Kota Bandung (dok Pemkot Bandung).

Pasar Murah Digelar Pemkot Bandung di 30 Kecamatan

BANDUNG, Prolite – Harga beras melambung tinggi, Pemkot Bandung menggelar pasar murah serentak di 30 Kecamatan dan di mulai di Kecamatan Coblong.

Plh Wali Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan Pemkot menggelar pasar murah guna menstabilkan harga beras saat ini melambung.

“Pemkot hadir di dukung oleh BI, Bulog Jabar, Bulog Kota, di dukung juga oleh BPS, kami bersama-sama untuk melakukan operasi pasar murah ini, khususnya komoditi beras medium dan minyak goreng, dan alhamdulillah harganya pun sangat spesial dari harga yang biasa beras medium itu hari ini kita jual dan minyak yang HET nya kita jual dan ini tentunya sangat membantu warga masyarakat,” jelas Ema, Selasa (19/9/2023).

Kata Ema, selain di Kecamatan Coblong, dan hari ini di laksanakan di tiga Kecamatan Sukasari, dan Kecamatan Rancasari.

Ditambahkan Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Elly Wasliah menyampaikan bahwa oprasi pasar beras medium di Kota Bandung dimulai dari 19 September sampai dengan 10 Oktober.

Beras yang dijual tersebut kata Elly, dari Bulog cabang Bandung disediakan 10 ton tetapi melihat antusias masyarakat antreanya cukup panjang sehingga Bulog Jabar menyiapkan tambahan sekitar 5 ton hari ini.

“Syaratnya warga KTP Kota Bandung dan alamat Kecamatan setempat jadi hanya untuk Kecamatan Coblong. Untuk diluar Kecamatan Coblong kami tidak izinkan karena nanti ada gilirannya,. Jadi, untuk yang diluar Kecamatan Coblong nanti harus melihat kapan pelaksanaan OP di masing-masing Kecamatan karna untuk Coblong saja sudah membludak,” ujarnya.

Masih kata dia, selain beras ada juga minyak ‘Kita’ yang dijual Rp di bawah HET atau Rp. di siapkan oleh Bulog untuk kemasan 1 liter.

“Jadi warga boleh beli dua bag beras dan 1 liter minyak kita. Tujuan kita lakukan operasi pasar pertama adalah untuk stabilkan harga beras medium kedua mengendalikan inflasi dan yang ketiga memberikan asksebilitas pada warga yang membutuhkan dengan harga yang lebih murah dan kami perkirakan mudah mudahan memang cuaca tidak bisa diprediksi ada cuaca faktor El Nino juga. Tapi stok aman hingga akhir tahun di kota Bandung,” tegas Elly.

Jelang natal, tahun baru, hari keagamaan, hingga libur nasional di pastikan stok beras aman di kota Bandung sampai akhir tahun.

“Bulog tadi menyampaikan ada 13 ribu ton, stok aman jadi tidak perlu khawatir berlebihan beli lah sesuai kebutuhan. Bukan sesuai dengan keinginan dan ini medium bukan untuk warga menengah ke atas tapi untuk menengah kebawah. Kalau untuk menengah keatas jatahnya bukan medium tapi premium,” tutupnya.




Parade Foto : Komunitas Legend 93 Gelar Donor Darah di PMI Bandung

Komunitas Legend 93

BANDUNG, Prolite – Dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Nasional yang jatuh pada tanggal 17 September, komunitas Legend 93 pada 16 September menggelar kegiatan donor darah di PMI Kota Bandung.

Kegiatan yang berlangsung di lantai tiga PMI Kota Bandung ini dimulai pada pukul WIB dan diikuti oleh puluhan anggota Legend 93, serta kerabat mereka.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses. Lebih dari 25 kantong darah yang berhasil didonorkan. Darah yang disumbangkan akan digunakan untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah di PMI Kota Bandung.

Dokumentasi Komunitas Legend 93 (Took by Adrian)

 

 

 

 

 




Periksaan Telinga Gratis, Jadi Lebih Plong !

Pemeriksaan telinga gratis oleh dokter THT RSUD Kota Bandung (dok Pemkot Bandung).

Periksaan Telinga Gratis, Jadi Lebih Plong !

BANDUNG, Prolite – Selama 15 menit kedua telinga Sulis dibersihkan oleh dokter THT RSUD Kota Bandung. Awalnya, ia merasa sering gatal di bagian dalam telinganya. Tanpa pikir panjang, ia pun mencoba membersihkan telinganya sendiri dengan jari.

“Telinga saya sering gatal. Kalau sudah terasa banget gatalnya, saya bersihkan sendiri pakai jari. Pas tahu ada program Periksa Telinga Gratis ini, langsung daftar,” ungkap Sulis, Senin 18 September 2023.

Ia mengaku cukup puas dengan hasilnya. Sebab, dokter membersihkan secara detail bahkan sampai kotoran yang kecil pun.

“Teliti sekali. Pendengaran saya jadi lebih plong,” akunya.

Ia pun diimbau untuk datang secara rutin setiap 6 bulan sekali dan tidak boleh membersihkan telinganya sendiri.

Hal serupa juga dirasakan Agri, salah satu pasien yang mendaftar program pemeriksaan gratis THT di RSUD Kota Bandung. Telinganya sebelah kanannya kerap terasa perih.

“Pas diperiksa ternyata memang ada kotoran atau serumen. Akhirnya dibersihkan dokter. Setelah dibersihkan jadi agak lega,” ujar Agri.

Menurutnya, dengan adanya program pemeriksaan gratis ini cukup membantu karena ia sering bingung cara bersihkan.

“Kata dokter, jangan bersihkan telinga sendiri dengan cuttonbud. Lebih baik tiap 6 bulan sekali datang ke dokter untuk diperiksa,” lanjutnya.

Menanggapi hal itu, Dokter THT RSUD Kota Bandung, dr. Billy Yacub Rafel Sp. THT-KL menjelaskan, kasus THT paling banyak ditemukan adalah kasus kotoran atau sering disebut serumen infektif.

“Selama 3 hari ini, kami berikan pelayanan BBT atau bersih-bersih telinga secara gratis untuk 25 pasien setiap harinya. Jika kita jumpai ada kotoran pada telinga, kita akan memberikan pelayanan untuk membersihkan,” jelas Billy.

Seusai membersihkan pasien, ia selalu mengimbau untuk menjaga kesehatan telinganya dan jangan dibersihkan sendiri.

“Caranya jangan mengorek dengan cuttonbud atau alat lainnya. Cuttonbud hanya bisa mengeluarkan sebagian, sedangkan sisanya terjebak di dalam. Ini bisa membuat pendengaran menurun,” paparnya.

Ia menambahkan, pembersihan telinga boleh dilakukan pada sisi daun telinga luar saja. Namun, untuk kotoran di dalamnya, hanya boleh dilakukan oleh dokter.

“Direkomendasikan tiap 6 bulan sekali datang ke dokter THT baik ada keluhan ataupun tidak. Kita akan screening apabila ada kotoran akan dibersihkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bandung, dr. Henny Indriani menyampaikan, program Pemeriksaan Gratis THT dilakukan selama 3 hari pada 18-20 September 2023.

Dari laporan yang masuk, pada 18 September sudah ada 185 orang yang mendaftar. Sedangkan pada 19 September ada 195 orang yang mendaftar. Lalu pada 20 September ada 195 orang juga yang mendaftar.

“Kita memang ada batasan kuota, hanya 25 orang per hari. Sebab harus menyesuaikan dengan jam layanan, ada pasien lain juga. Kita sesuaikan dengan kemampuan tenaga medis di sini,” kata Henny.

Layanan gratis pemeriksaan kesehatan kali ini difokuskan pada personal hygen penyakit-penyakit secara umum. Pekan lalu RSUD Kota Bandung juga memberikan layanan pemeriksaan gratis kesehatan gigi.

“Kita berikan rekomendasi kepada pasien karena kalau untuk penanganan, masih belum mumpuni. Lalu sekarang pelayanan kesehatan telinga. Kemudian nanti juga ada layanan KB gratis,” sebutnya.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa merasa diperhatikan oleh pemerintah. Terutama di Hari Jadi ke-213 Kota Bandung (HJKB), pihaknya ingin semakin meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Walaupun dengan pelayanan yang padat seperti ini, kami tetap berusaha untuk ikut memeriahkan HJKB dengan perhatian lebih kepada masyarakat,” harapnya.

“Kami juga berharap, RS ini bukan hanya dianggap sebagai tempat berobat, tapi juga mereka bisa berkonsultasi. Sehingga akan lebih efisien dan efektif dalam kita melakukan pengobatan terhadap pasien,” imbuh Henny.

Selain itu, Kepala Seksi Pelayanan Medik Rawat Jalan dan Rawat Inap, dr. Pia Nur A. Rahayu juga menuturkan, mulai dari tanggal 20 September akan berlangsung pula selama 3 hari pemasangan KB gratis, yakni jenis IUD dan implan.

“Sudah full kuota juga. IUD 4 orang per hari, implan 5 orang per hari. Memang ini cukup lama pemasangannya. Ini murni gratis, tidak ada biaya sama sekali,” tutur Pia.

Sebelumnya, RSUD telah membuat formulir secara daring melalui google form yang disebar ke media sosial. Setelah itu, 25 pasien pendaftar pertama akan dipanggil melalui WA untuk dilakukan pemeriksaan.

“Responnya sangat tinggi, dalam dua hari pun, kuotanya sudah melebihi dari kuota yang ditentukan. Seperti THT ini juga sudah melebihi batas kuota. Belum kami dapat layani semuanya. Mudah-mudahan ke depan kami bisa lebih siap lagi untuk tenaga kesehatannya,” ucapnya. (din)**




Transformasi Transportasi, Tahun 2024 Pemkot Bandung Konversi Angkot Jadi Mikrobus

Ema Sumarna mengonversi transportasi angkutan kota atau angkot menjadi mikrobus (dok Pemkot Bandung).

Transformasi Transportasi, Tahun 2024 Pemkot Bandung Konversi Angkot Jadi Mikrobus

BANDUNG, Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung siap mengonversi transportasi angkutan kota atau angkot menjadi mikrobus. Hal ini sebagai upaya menghadirkan transformasi di Kota Bandung yang nyaman dan aman.

Rencana tersebut juga tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung sebagai bagian dari perbaikan dan pembangunan infrastruktur.

“Persoalan besar kita di kota besar seperti ini adalah masalah kemacetan. Mudah-mudahan kita bisa mewujudkan transformasi transportasi,” kata Pelaksana Harian Wali Kota Bandung, Ema Sumarna saat peringatan Hari Perhubungan tingkat Kota Bandung di Plaza Balai Kota Bandung, Minggu 17 September 2023.

“Jadi nanti diganti dengan public transport yang jauh lebih representatif dari kenyamanan keamanan dan sopir sudah tidak ada lagi saling kejar-kejar setoran karena dia sudah dibayar oleh operator,” imbuhnya.

teras jabar
teras jabar

Menurut Ema, saat ini laju pertumbuhan kendaraan rata-rata Kota Bandung berada di atas 10 persen. Sedangkan pertumbuhan sarana prasarana penunjang perhubungan seperti jalan bergerak lambat.

Untuk itu, transformasi transportasi publik harus segera dilakukan.

Ema mengatakan transformasi angkutan baru diusulkan hadir di tahun 2024. Pemkot Bandung bekerja sama dengan koperasi-koperasi angkutan di Kota Bandung untuk menyelaraskan program ini.

Nantinya biaya operasional mikrobus akan disubsidi langsung oleh Pemkot Bandung sehingga operator tidak perlu lagi menunggu penumpang penuh dan hanya perlu mematuhi headway (waktu keberangkatan) yang ditetapkan.

“Kita sudah siap dengan subsidi itu. Mudah-mudahan nanti dengan dewan ini clear. Kita nanti menyubsidi para sopir angkot. Harapannya menjadi pegawai operator. Jadi mereka tidak terancam kehilangan pekerjaan. Bahkan ada kepastian dalam sisi pendapatan,” kata dia.

Ema berharap dengan hadirnya fasilitas transportasi publik yang nyaman dan aman dapat menarik minat masyarakat untuk beralih dari transportasi pribadi ke transportasi publik.

“Kalau public transport ini sudah benar artinya kita juga akan berpindah dengan sendirinya. Tanpa ada perubahan public transport, perilaku dipastikan tidak mau berubah. Kemacetan akan tetap hadir,” ujarnya. (rob)**




Viral Benda Langit Diduga Meteor Muncul di Langit Kota Bandung

Ilustrasi kemunculan benda langit (Pixabay).

Viral Benda Langit Diduga Meteor Muncul di Langit Kota Bandung

Prolite – Viral di media sosial benda langit yang di duga meteor melintas di langit Kota Bandung pada Kamis (14-9) malam.

Dalam rekaman yang dibagikan oleh akun Instagram @infobandungraya memperlihatkan benda langit yang mengeluarkan cahaya di langit malam Kota Bandung.

Tak sedikitpun masyarakat yang membagikan memon langka tersebut menggunakan smarphone pribadinya.

Sementara itu, berdasarkan penjelasan Ahli Astronomi sekaligus Dosen di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB, Halim L.

Malasan, benda yang telah disaksikan warga Bandung itu kemungkinan besar adalah meteor jenis bolide atau fireball.

Sebab menurutnya, meteor tersebut memiliki ukuran yang cukup besar dan terlihat jelas secara kasat mata.

iNews
iNews

“Yang paling alamiah itu biasanya disebut sebagai bolide atau meteor yang jatuh ukurannya kecil tapi kalau liat kadarnya besar seperti itu, bisa juga dia masuk ke dalam kategori fireball, fireball itu kalau dia meledak di angkasa gitu ya,” ucap Halim di kutip dari , Jumat (15/9).

Hakim pun memastikan meteor jenis bolide fireball tidak akan berbahaya, pasalnya fenomena kemunculan benda langit selama rentan waktu Agustus hingga Desember merupakan hal yang lumrah.

Bukan hanya kemunculan benda langit dilihat di langit Kota Bandung namun juga terlihat di langit daerah Condongcatur, Sleman, Yogyakarta.

“Pertengahan Agustus kita punah hujan meteor yang cukup ramai, dan itu mungkin ada yang tersisa sampai September, bahkan sampai September ini masih ada hujan meteor, jadi hujan meteor itu kan 12 kali dalam setahun,” jelasnya.

Artinya, benda langit yang disaksikan warga Bandung itu bisa jadi adalah sampah antariksa dari satelit atau roket. Biasanya, sampah antariksa akan menyisakan partikel yang jatuh di permukaan bumi karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dengan bumi.




Warga RW 03 Cibangkong Panen Buruan Sae, Bantu Turunkan Angka Stunting di Kota Bandung

RW 03 Kelurahan Cibangkong sukses panen komoditas pangan Buruan Sae (Dok Pemkot Bandung).

Warga RW 03 Cibangkong Panen Buruan Sae, Bantu Turunkan Angka Stunting di Kota Bandung

BANDUNG, Prolite – Kelompok Tani Perkotaan Mandiri (KPM) RW 03 Kelurahan Cibangkong sukses panen komoditas pangan Buruan Sae, Rabu (13/9).

Hasil panen dari Kebun KPM RW 03 ini diberikan kepada penerima manfaat yang berasal dari warga Kelurahan Cibangkong. Kegiatan ini berjalan atas swadaya masyarakat.

Bersamaan dengan panen, Pusat Pelayanan Pemberdayaan Perempuan (Puspel PP) Kelurahan Cibangkong meluncurkan program BUAS (Bantuan Untuk Anak Stunting). Program ini merupakan implementasi program Buruan Sae sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Pada panen perdananya ini, sebanyak 25 penerima manfaat hadir secara simbolis. Jumlah tersebut belum termasuk penerima manfaat yang tidak hadir ke Kebun KPM RW 03.

Novi Sulastri, warga RW 01 Kelurahan Cibangkong merasa sangat terbantu dengan kegiatan ini. Ia mengucapkan terima kasih kepada Puspel PP Kelurahan Cibangkong atas manfaat yang diterimanya.

“Alhamdulillah dapat sayuran, dan ini ada makanan bergizi untuk anak. Tentunya ini sangat membantu ya, makanan bergizi sangat dibutuhkan oleh anak-anak yang terkena stunting,” kata Novi.

Ia berharap, program ini dapat berjalan terus dan dapat menginspirasi wilayah lain untuk menjalankan program serupa.

Hal yang sama juga diungkapkan Yeni Rahmawati. Warga RW 11 Kelurahan Cibangkong ini merasa terbantu dengan program BUAS yang baru saja diluncurkan.

Menurutnya, makanan bergizi merupakan hal yang penting bagi semua orang. Apalagi bagi anak yang menderita stunting.

“Harapannya program ini bisa menjangkau lebih banyak lagi penerima manfaat,” kata Yeni.

Sementara itu, Ketua Puspel PP Kelurahan Cibangkong, Euis menyebut, beberapa komoditas pangan yang dipanen hari ini antara lain sosin, pakcoy, terong, kacang panjang, dan pepaya. Hasil panen ini dibagikan kepada masyarakat, khususnya diperuntukkan bagi anak-anak stunting.

Ia mengaku senang karena program Buruan Sae yang dimiliki Pemkot Bandung dapat diimprovisasi menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Kami tentunya berharap dapat ikut berpartisipasi mendukung program-program yang ada di Pemerintah Kota Bandung, khususnya di Kelurahan Cibangkong,” katanya.

Euis juga berharap Program BUAS ini dapat membantu program Buruan Sae lebih bermanfaat dan bisa ditiru juga oleh masyarakat di wilayah lainnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar. Ia mengaku sangat senang dan bersyukur program Buruan Sae dapat diaplikasikan dan membantu banyak orang.

Kata Gin Gin, hari ini, Buruan Sae tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga saja, tetapi bisa saling membantu di level masyarakat yang membutuhkan manfaatnya.

“Buruan Sae kini tidak hanya bernilai pangan, tetapi bisa membantu masyarakat untuk membantu menekan angka stunting,” kata Gin Gin.

Ia berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan. Kata Gin Gin, dengan adanya manfaat luar biasa seperti ini, sudah waktunya setiap masyarakat punya kesadaran mengaplikasikan program Buruan Sae.

“Kita terus dorong masyarakat mengaplikasikan program ini. Karena manfaatnya bisa sama-sama kita lihat sendiri,” ujar Gin Gin.

Sebagai informasi, angka prevalensi stunting di Kota Bandung semakin turun tiap tahunnya. Per 7 Februari 2023, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bandung menyampaikan, prevalensi stunting di Kota Bandung di tahun 2022 turun 7 persen dibandingkan sebelumnya.

Pada 2021, prevalensi stunting Kota Bandung berada di angka 26,4 persen. Lalu di tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 19,4 persen.

Pemkot Bandung menargetkan prevalensi stunting di Kota Bandung bisa mencapai angka 14 persen pada 2023.(ray)**




Sambut HJKB ke-213, Ribuan Warga Turun ke Jalan Bebersih Bandung

Ribuan warga Kota Bandung turun ke jalan untuk Bebersih Bandung menyambut HJKB ke-213 (dok Pemkot Bandung).

Sambut HJKB ke-213, Ribuan Warga Turun ke Jalan Bebersih Bandung

BANDUNG, Prolite – Ribuan warga Kota Bandung turun ke jalan dalam acara Bebersih Bandung, Sabtu 16 September 2023. Bebersih Bandung tersebar di 30 kecamatan dan 151 kelurahan se-Kota Bandung.

Kegiatan Bebersih Bandung merupakan rangkaian menyambut HJKB ke-213 Kota Bandung (HJKB).

Kali ini Bebersih Bandung berpusat di Alun-alun Kota Bandung dan dipimpin oleh Pelaksana Harian Wali Kota Bandung Ema Sumarna.

Dalam sambutannya, Ema mengingatkan seluruh pihak untuk sama-sama menjaga semangat dan konsentrasi terhadap penanganan sampah.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Kita ingin melihat Kota Bandung jauh lebih baik dari hari kemarin. Kita harus mengubah secara bertahap mindset dan juga perilaku dalam menangani persoalan sampah di Kota Bandung. Pasanya, kalau terus dengan pola seperti ini maka kita sebetulnya sedang menunggu bom waktu,” ucap Ema.

Saat ini, dari 1566 RW sudah ada 234 RW yang menyatakan sebagai KBS atau Kawasan Bebas Sampah. Ema berharap, gerakan KBS ini terus bertambah.

“Jadi ini kita baru syukuri dan ingin terus seperti teori bola salju. Kita ingin menggelindingkan semangat dan lahirnya menghadirkan zero waste city,” katanya.

Bebersih Bandung diisi kegiatan pembersihan ruas jalan, drainase, pengecatan kerb dan gedung-gedung dari vandalisme.

Lebih lanjut, Ema menyebut acara ini mendapat atensi dari berbagai lapisan masyarakat terbukti dengan banyak warga yang hadir di seluruh Kecamatan di Kota Bandung.

Sebagai penutup, Ema berharap Bandung Bebersih tidak berhenti sebatas ajang seremonial saja. Namun juga bisa terus menjadi kegiatan yang berkesinambungan untuk menghadirkan Kota Bandung jauh lebih baik.

“Mudah-mudahan ini bisa jadi momentum yang bisa kita manfaatkan. Hari ini harus jauh lebih baik dari hari kemarin,” ujarnya.




Sejarah Lagu Halo-halo Bandung, Diciptakan 1946 oleh Ismail Marzuki

Lagu Halo-halo Bandung di rubah menjadi Hello Kuala Lumpur (Youtube).

BANDUNG, Prolite – Beberapa waktu lalu warga Kota Bandung di gegerkan karena video lirik lagu halo-halo Bandung berubah menjadi Hello Kuala Lumpur.

Lagu jiplakan yang di buat dari Negara tetangga yakni Malaysia viral setelah di unggah pada saluran Youtube Lagu Kanak TV pada 2018 lalu.

Meskipun lirik lagu Hello Kualumpur sudah di ubah namun nada serat ketukan semua mengikuti lagu ciptaan Ismail Marzuki.

Dubes RI di Malaysia, Hermono, mengatakan pihak Kedutaan Besar RI sedang mengumpulkan bukti terkait plagiarisme tersebut.

Halo-Halo Bandung adalah lagu nasional Indonesia yang menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam peristiwa “Bandung Lautan Api”, yang membakar Kota Bandung di Jawa Barat sebelum pasukan Inggris menguasai kota itu.

Mungkin masih ada yang belum tau tentang sejarah lagu halo-halo Bandung yang diciptakan oleh Ismail Marzuki.

Berikut sejarah lagu Halo-Halo Bandung

wikipedia
wikipedia

Lagu yang di ciptakan pada tahun 1946 oleh Ismail Marzuki, merupakan dari kisah Ismail Marzuki yang sempat mengungsi ke Bandung bersama istrinya.

Istri sang pencipta lagu Eulis Zuraidah untuk menghindari pendudukan tentara Inggris dan Belanda di Jakarta.

Namun, tidak lama setelah mereka menetap di Bandung, terbit ultimatum dari pihak Inggris yang memerintahkan pihak tentara pejuang Indonesia untuk segera meninggalkan Kota Bandung

Para pejuang Indonesia membalas dengan sengaja membakar rumah dan gedung di wilayah selatan kota Bandung sebelum mereka meninggalkan kota pada 24 Maret 1946.

Karena peristiwa itulah maka dari itu Bandung dikenal sebagai “Bandung Lautan Api”.

Setelah kejain tersebut Ismail Marzuki dan istrinya kembali ke Kota Jakarta, namun kenangan indah di Kota Bandung tidak bisa ia lupakan begitu saja.

Karena itulah alasan dirinya untuk menciptakan lagu dengan berbahasa Sunda dengan judul halo-halo Bandung”.

Tidak hanya itu, Ismail Marzuki juga menciptakan beberapa lagu lainnya seperti, “Bandung Selatan di Waktu Malam” dan “Saputangan dari Bandung Selatan”.

Setelah itu, lagu Halo-Halo Bandung menjadi sangat dikenal dan menjadi bagian dari lambang perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan penjajah.




Kebakaran di SMPN 25 Bandung , Satu Jam Diskar Berhasil Memadamkan Api

Kebakaran terjadi di gudang lantai 3 dan 2 ruang kelas murid SMPN 25 Bandung (istimewa).

Kebakaran di SMPN 25 Bandung , Satu Jam Diskar Berhasil Memadamkan Api

BANDUNG, Prolite – Tepat pada Kamis, 14 September 2023 pukul WIB kebakaran terjadi di gudang lantai 3 dan 2 ruang kelas murid SMPN 25 Bandung, Jalan Pajagalan , Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Astanaanyar.

Menurut keterangan Kabid PP SMPN 25 Kota Bandung, Dani Nurahman, saat itu ia mendapatkan laporan dari penjaga sekolah.

“Penjaga sekolah tiba-tiba melihat asap tebal di lantai 3 bagian gudang. Setelah dicek, sudah timbul api besar membakar bagian gudang,” kata Dani.

Penanganan awal pun dilakukan oleh penjaga sekolah menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Kemudian kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung (Diskar PB).

“Sampai saat ini penyebab kejadian masih dalam penyelidikan. Total luas yang terbakar kurang lebih 72 meter persegi. Kisaran kerugian belum bisa diperkirakan,” lanjutnya.

Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Penjaga sekolah pun terselamatkan. Sebanyak 5 Unit Diskar PB yang diturunkan yakni 2 unit pancar UPT Selatan, 1 unit water tanker, 1 unit pancar barat, dan 1 unit rescue.

“Unsur dukungan turut juga membantu dari Babinsa, Polsek Astana Anyar, PMI, PLN, pengurus SMPN 25 Bandung, aparat kewilayahan Kecamatan Astanaanyar, Relawan Kebakaran, Karang Anyar, dan relawan lainnya,” ujarnya.

Penanganan dimulai pada pukul WIB. Petugas melakukan pemadaman secara menyeluruh di area kelas dan gudang yang terbakar.

Pada saat terjadi kebakaran, kondisi sekolah dalam keadaan kosong karena tidak ada kegiatan belajar mengajar. Setelah api berhasil dipadamkan, dilanjutkan dengan pendinginan dan pengecekan.

Kemudian petugas melaksanakan pendataan dan memberikan imbauan mengenai nomor darurat emergency call 113 serta memberikan informasi mengenai penanganan damkar tidak dipungut biaya.

“Penanganan usai pada pukul WIB atau waktu penanganan selama 60 menit. Lalu petugas kembali ke Mako Diskar PB Kota Bandung. Tadi ada 3 pleton yang diterjunkan,” imbuh Dani.




Mencegah Penyebaran DBD Warga Ujungberung Ternak Nyamuk

Dinkes Kota Bandung menggelar On The Job Training Strategi dan Manajemen Implementasi Wolbachia untuk DBD di Kecamatan Ujungberung (dok Pemkot Bandung).

Mencegah Penyebaran DBD Warga Ujungberung Ternak Nyamuk

BANDUNG, Prolite – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menggelar On The Job Training Strategi dan Manajemen Implementasi Wolbachia untuk DBD di Kecamatan Ujungberung.

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Bandung akan mengimplementasikan inovasi bakteri wolbachia ke dalam telur-telur nyamuk Aedes aegypti. Upaya ini baru akan diujicobakan di Kecamatan Ujungberung.

Selain itu, Kota Bandung juga disebut termasuk daerah endemis DBD dengan kasus cukup tinggi. Maka dari itu, Kementerian Kesehatan mengeluarkan keputusan, Kota Bandung merupakan 1 dari 5 kota pilot project untuk implementasi penanggulangan DBD dengan berbasis teknologi wolbachia.

Adapun implementasi teknologi wolbachia adalah penyuntikkan bakteri wolbachia kepada telur nyamuk Aedes aegypti, sehingga menetas menjadi nyamuk dewasa.

eljabar
eljabar

Jika nyamuk tersebut menggigit pengidap virus dengue, maka virus yang dihisap nyamuk akan mati dengan bakteri wolbachia. Sehingga nyamuk Aedes aegypti tersebut tidak akan bisa menyebarkan virus dengue lagi ke tubuh manusia.

Kecamatan Ujungberung terpilih sebagai pilot project karena termasuk dalam 10 kecamatan dengan kasus DBD terbanyak di Kota Bandung tahun 2022. Selain itu, Kepala UPT Puskesmas Ujungberung pun telah mendapat pelatihan mengenai inovasi wolbachia di Yogyakarta.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr. Ira Dewi Jani menyampaikan implementasi bulan Oktober mendatang, pihaknya akan menitipkan telur nyamuk Aedes aegypti yang sudah disuntikkan wolbachia di dalam ember. Harapannya, nyamuk-nyamuk ini akan menggantikan nyamuk Aedes aegypti yang memiliki virus dengue.

Lalu, nyamuk-nyamuk tersebut bisa kawin dengan nyamuk lokal untuk menghasilkan nyamuk lain yang otomatis sudah memiliki bakteri wolbachia. Sehingga nyamuk Aedes aegypti tidak akan bisa menjadi perantara virus dengue lagi.

“Telur-telur yang sudah disuntikkan wolbachia ini diproduksinya di lab entomologi atau lab serangga. Kota Bandung itu dapatnya dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Salatiga,” ungkapnya.

Ira menjelaskan, wolbachia sering ditemui dalam keseharian. Bakteri tersebut ada di dalam tubuh lalat buah, hewan-hewan kecil yang biasanya suka terbang di pisang atau buah-buahan.

“Di skema ini, nyamuk Aedes aegypti akan tetap ada untuk keseimbangan ekologis. Tapi dia sekarang sudah mengandung bakteri wolbachia supaya bisa menghentikan penyebaran virus dengue,” ucapnya.

Kota pertama yang mengimplementasikan inovasi ini adalah Yogyakarta. Dari penelitian dan implementasi wolbachia di sana, kasus DBD bisa turun sampai 70 persen.

Meski begitu, Ira mengatakan, implementasi wolbachia ini bukan berarti menggantikan seluruh upaya pencegahan DBD yang ada. Langkah-langkah sebelumnya akan tetap dijalankan, seperti 3M (menguras, menutup, dan mengubur), fogging sesuai indikasi, dan Gerakan Satu Rumah Satu Juru Jumantik.

Ke depannya, akan ada ember yang disebar se-Kota Bandung. Namun, untuk penyebarannya harus melihat dari peta udara dan satelit mengenai luas wilayah serta jumlah hunian. Sehingga tidak bisa disamaratakan jumlahnya tiap kecamatan.

Ira menuturkan, inovasi ini juga untuk mengurangi paparan kimia yang tidak sesuai indikasi. Sehingga lebih aman bagi lingkungan, masyarakat, juga secara ekonomis lebih murah. Sedangkan jika dibandingkan dengan fogging, lebih membutuhkan biaya untuk bensin dan obatnya.

“Kalau memang ini bisa diterapkan secara merata, harapannya angka kasus bisa turun karena virus dengue sudah tidak ada. Lalu, fogging juga bisa berkurang, sehingga dananya bisa dialihkan ke hal lain yang lebih penting,” imbuhnya.