Bandung On Bike 2026: Ajak Warga Beralih ke Mobilitas Ramah Lingkungan Lewat Sepeda
Prolite – Dalam rangka menyambut peringatan Hari Bumi 2026, komunitas Bandung On Bike kembali menggelar kegiatan bersepeda massal yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026 dengan pusat kegiatan di kawasan Balai Kota Bandung.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang kumpul komunitas sepeda, tapi juga menjadi kampanye besar untuk mendorong gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Lewat aktivitas bersepeda, peserta diajak untuk mulai mempertimbangkan sepeda sebagai alternatif transportasi sehari-hari yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Ketua pelaksana Bandung On Bike, Saiful Rahman, menyampaikan bahwa acara tahun ini menargetkan partisipasi lebih dari 1.500 pesepeda dari berbagai latar belakang.
“Selain merayakan Hari Bumi, kami ingin menghadirkan pengalaman yang seru sekaligus edukatif. Akan ada ride bersama, pameran, hingga diskusi seputar mobilitas hijau dan pengelolaan sampah,” ujar Saiful dalam keterangannya pada Sabtu, 18 April 2026.

Menariknya, kegiatan ini terbuka untuk berbagai usia. Mulai dari anak-anak usia dini sekitar 2–7 tahun yang bisa ikut kategori push bike, pelajar melalui kampanye Bike to School, hingga masyarakat umum yang sudah terbiasa menggunakan sepeda dalam keseharian.
Tidak hanya itu, peserta lanjut usia juga turut diajak berpartisipasi dalam kegiatan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa bersepeda bisa menjadi aktivitas inklusif yang bisa dinikmati siapa saja.
Dalam pelaksanaannya, Bandung On Bike 2026 menghadirkan dua kategori utama, yaitu:
- City Adventure sejauh 100 kilometer
- City Tour sejauh 60 kilometer
Untuk kategori City Tour, peserta tidak hanya bersepeda santai, tapi juga diajak berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih di beberapa titik kota yang telah ditentukan. Sementara itu, rute 100 kilometer dirancang lebih menantang dengan jalur yang memiliki kontur menanjak, cocok bagi pesepeda yang ingin menguji kemampuan mereka.
Menariknya, rute perjalanan akan diumumkan mendekati hari pelaksanaan sebagai bagian dari kejutan yang sudah menjadi ciri khas acara ini. Untuk menjaga kenyamanan bersama, jumlah peserta dalam tiap kategori dibatasi. Sekitar 100 orang untuk rute 100 kilometer dan 150 orang untuk rute 60 kilometer.
Pelepasan peserta juga akan dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan kemacetan di jalan raya. Panitia juga mengingatkan bahwa seluruh peserta wajib mematuhi aturan lalu lintas, seperti berhenti saat lampu merah dan tetap menghormati pengguna jalan lainnya.
Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam acara ini adalah konsep ramah lingkungan yang diusung.
Bandung On Bike bekerja sama dengan berbagai komunitas untuk mengelola sampah secara terpadu. Mulai dari pengurangan plastik sekali pakai hingga pengolahan sampah organik dan anorganik.
Sampah organik akan dikelola menggunakan metode maggot oleh komunitas penggiat lingkungan, sementara sampah anorganik akan dipilah dan didaur ulang.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus menjadi edukasi langsung bagi peserta.
Di sisi lain, pengembangan budaya bersepeda di Bandung masih menghadapi sejumlah tantangan. Ketua komunitas Bike to Work Bandung, Andi, menyebutkan bahwa meskipun jalur sepeda sudah mulai tersedia, kondisinya masih belum optimal.
“Beberapa jalur sepeda masih kurang terawat, bahkan ada yang digunakan untuk parkir kendaraan. Ini tentu jadi tantangan yang harus diperbaiki ke depannya,” jelasnya.
Namun demikian, ia juga menilai bahwa tingkat kesadaran masyarakat terhadap penggunaan sepeda sudah cukup baik dibandingkan beberapa kota besar lainnya.
Harapan ke Depan: Transportasi yang Lebih Terintegrasi
Ke depan, komunitas berharap adanya peningkatan fasilitas pendukung bagi pesepeda, seperti jalur sepeda yang lebih aman dan berkelanjutan.
Selain itu, integrasi dengan transportasi umum seperti BRT juga dinilai penting agar masyarakat lebih mudah beralih ke moda transportasi ramah lingkungan.
Penyediaan tempat parkir sepeda yang aman dan nyaman juga menjadi salah satu hal yang diharapkan dapat segera terealisasi.
Bandung On Bike 2026 bukan hanya sekadar acara bersepeda, tapi juga gerakan kolektif untuk membangun kesadaran akan pentingnya mobilitas ramah lingkungan.
Lewat kegiatan ini, masyarakat diajak untuk mulai mengambil langkah kecil—seperti bersepeda—yang bisa memberikan dampak besar bagi lingkungan.
Jadi, kalau kamu lagi cari aktivitas seru sekaligus bermanfaat, mungkin ini saatnya ikut gowes bareng dan jadi bagian dari perubahan.
Gimana, kamu tertarik ikut Bandung On Bike tahun ini?





Tinggalkan Balasan