Mencegah Penyebaran DBD Warga Ujungberung Ternak Nyamuk

Dinkes Kota Bandung menggelar On The Job Training Strategi dan Manajemen Implementasi Wolbachia untuk DBD di Kecamatan Ujungberung (dok Pemkot Bandung).

Mencegah Penyebaran DBD Warga Ujungberung Ternak Nyamuk

BANDUNG, Prolite – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menggelar On The Job Training Strategi dan Manajemen Implementasi Wolbachia untuk DBD di Kecamatan Ujungberung.

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Bandung akan mengimplementasikan inovasi bakteri wolbachia ke dalam telur-telur nyamuk Aedes aegypti. Upaya ini baru akan diujicobakan di Kecamatan Ujungberung.

Selain itu, Kota Bandung juga disebut termasuk daerah endemis DBD dengan kasus cukup tinggi. Maka dari itu, Kementerian Kesehatan mengeluarkan keputusan, Kota Bandung merupakan 1 dari 5 kota pilot project untuk implementasi penanggulangan DBD dengan berbasis teknologi wolbachia.

Adapun implementasi teknologi wolbachia adalah penyuntikkan bakteri wolbachia kepada telur nyamuk Aedes aegypti, sehingga menetas menjadi nyamuk dewasa.

eljabar
eljabar

Jika nyamuk tersebut menggigit pengidap virus dengue, maka virus yang dihisap nyamuk akan mati dengan bakteri wolbachia. Sehingga nyamuk Aedes aegypti tersebut tidak akan bisa menyebarkan virus dengue lagi ke tubuh manusia.

Kecamatan Ujungberung terpilih sebagai pilot project karena termasuk dalam 10 kecamatan dengan kasus DBD terbanyak di Kota Bandung tahun 2022. Selain itu, Kepala UPT Puskesmas Ujungberung pun telah mendapat pelatihan mengenai inovasi wolbachia di Yogyakarta.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr. Ira Dewi Jani menyampaikan implementasi bulan Oktober mendatang, pihaknya akan menitipkan telur nyamuk Aedes aegypti yang sudah disuntikkan wolbachia di dalam ember. Harapannya, nyamuk-nyamuk ini akan menggantikan nyamuk Aedes aegypti yang memiliki virus dengue.

Lalu, nyamuk-nyamuk tersebut bisa kawin dengan nyamuk lokal untuk menghasilkan nyamuk lain yang otomatis sudah memiliki bakteri wolbachia. Sehingga nyamuk Aedes aegypti tidak akan bisa menjadi perantara virus dengue lagi.

“Telur-telur yang sudah disuntikkan wolbachia ini diproduksinya di lab entomologi atau lab serangga. Kota Bandung itu dapatnya dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Salatiga,” ungkapnya.

Ira menjelaskan, wolbachia sering ditemui dalam keseharian. Bakteri tersebut ada di dalam tubuh lalat buah, hewan-hewan kecil yang biasanya suka terbang di pisang atau buah-buahan.

“Di skema ini, nyamuk Aedes aegypti akan tetap ada untuk keseimbangan ekologis. Tapi dia sekarang sudah mengandung bakteri wolbachia supaya bisa menghentikan penyebaran virus dengue,” ucapnya.

Kota pertama yang mengimplementasikan inovasi ini adalah Yogyakarta. Dari penelitian dan implementasi wolbachia di sana, kasus DBD bisa turun sampai 70 persen.

Meski begitu, Ira mengatakan, implementasi wolbachia ini bukan berarti menggantikan seluruh upaya pencegahan DBD yang ada. Langkah-langkah sebelumnya akan tetap dijalankan, seperti 3M (menguras, menutup, dan mengubur), fogging sesuai indikasi, dan Gerakan Satu Rumah Satu Juru Jumantik.

Ke depannya, akan ada ember yang disebar se-Kota Bandung. Namun, untuk penyebarannya harus melihat dari peta udara dan satelit mengenai luas wilayah serta jumlah hunian. Sehingga tidak bisa disamaratakan jumlahnya tiap kecamatan.

Ira menuturkan, inovasi ini juga untuk mengurangi paparan kimia yang tidak sesuai indikasi. Sehingga lebih aman bagi lingkungan, masyarakat, juga secara ekonomis lebih murah. Sedangkan jika dibandingkan dengan fogging, lebih membutuhkan biaya untuk bensin dan obatnya.

“Kalau memang ini bisa diterapkan secara merata, harapannya angka kasus bisa turun karena virus dengue sudah tidak ada. Lalu, fogging juga bisa berkurang, sehingga dananya bisa dialihkan ke hal lain yang lebih penting,” imbuhnya.




Permasalahan Sampah Masih Jadi Masalah Utama, Salah Satunya TPS RW 04 Turangga

Permasalahan sampah di TPS RW 04 Turangga sudah memakan setengah jalan (ayobandung).

Permasalahan Sampah Masih Jadi Masalah Utama, Salah Satunya TPS RW 04 Turangga

BANDUNG, Prolite – Permasalahan sampah di Kota Bandung belum usai hingga kini, sudah tiga minggu lebih masalah ini belum juga usai.

Banyaknya tumpukan sampah di beberapa Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang ada di Kota Bandung menjadi masalah baki kita semua.

Salah satunya TPS yang berada di RW 09 Kelurahan Turangga, Kecamatan lengkong tidak pernah diangkut bahkan hingga gunungan sampah memakan setengah badan jalan.

Karena gunungan sampah di TPS RW 09 sudah memakan setengah badan jalan maka pengendara yang akan melintas hanya bisa menggunakan setengah jalan saja.

Sudah banyak warga yang mengeluh dengan kondisi jalan yang setengahnya di pakai untuk tumpukan sampah, bukahn hanya itu namun warga juga mengeluhkan dengan aroma yang tidak sedap dari tumpukan sampah.

Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa karna memang untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti sedang bermasalah karena adanya kebakaran.

Petugas TPS RW 04 Turangga, Abidin (60) mengatakan, tumpukan sampah menggunung sejak kebakaran TPA Sarimukti terjadi. Pasalnya sejak bencana tersebut berlangsung, pengangkutan sampah dari TPS ke TPA pun berhenti sampai sekarang.

“Kalaupun harus diangkut, pasti butuh lebih dari 10 truk untuk ngangkut semua sampah yang ada di sini (TPA RW 04 Turangga),” ungkap Abidin dikutip dari , Senin (11/9).

Menurutnya, TPS RW 04 Turangga sendiri sudah ditutup selama seminggu terakhir. Hal tersebut dilakukan karena TPS sudah over capacity.

Namun karena letak TPS berada di pinggir jalan dan terbuka, banyak akhirnya warga yang lewat malah numpang membuang sampah di sana.

Permasalahan sampah sendiri buhan hanya terjadi di Kelurahan Turangga namun masih banyak kelurahan-kelurahan di Kota Bandung yang bernasib sama.

Imbas dari kebakaran sampah yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti hingga kini permasalahan sampah belum bisa terurai.

 




“Rhoma Irama” Goyang Balai Kota Memeriahkan HJKB ke-213

Raja Dangdut, Rhoma Irama menggoyang para penggemarnya di Balai Kota Bandung (dok. Pemkot Bandung).

“Rhoma Irama” Goyang Balai Kota Memeriahkan HJKB ke-213

BANDUNG, Prolite – Raja Dangdut, Rhoma Irama menggoyang para penggemarnya di Balai Kota Bandung, Rabu 13 September 2023. Membawakan lagu Mirasantika dan Judi, Ia tampil untuk memeriahkan Hari Jadi ke-213 Kota Bandung.

“Dalam rangka bagaimana menyelamatkan generasi muda di Kota Bandung, Rhoma Irama akan membawakan lagu Mirasantika,” ujarnya yang disambut meriah masyarakat yang hadir.

Lagu tersebut dibawakan dengan apik dan menghibur masyarakat dan partisipan yang hadir.

Namun Rhoma Irama yang hadir ini ternyata hanya diperankan oleh Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna. Ia turut andil dalam perlombaan performance musik di Taman Dewi Sartika Kota Bandung.

Lomba performance musik ini masih dalam rangkaian Lomba Seni dan Olahraga menyambut HJKB 213.

Ema menyebut ajang tersebut merupakan rangkaian acara menyambut HJKB ke-213 serta sebagai sarana refreshing dan silaturahmi antar organisasi perangkat daerah (OPD).

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Ini kan refreshing kita dalam upaya meningkatkan silaturahmi di antara para ASN. Ada ajang hiburan sambil kita bersilaturahmi,” katanya.

Lomba seni dan olahraga ini diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hingga Rumah Sakit di Lingkungan Pemkot Bandung.

Sebagai informasi, berdasarkan hasil Sidang Pleno Dewan Juri, dari 67 OPD, BUMD dan Rumah Sakit dipilih 10 Peserta Terbaik yang akan kembali bertanding pada Babak Grand Final Lomba Performance, Musik dan Lagu, Jumat, 15 September 2023 yakni:

• Kecamatan Mandalajati
• Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga
• Dinas Perdagangan dan Perindustrian
• Satuan Polisi Pamong Praja
• Dinas Perhubungan
• Kecamatan Bojongloa Kaler
• Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
• Sekretariat Daerah
• Rumah Sakit Gigi dan Mulut
• Dinas Arsip dan Perpustakaan

Tak hanya itu, akan ada pula perlombaan olahraga seperti lomba balon, memasukan pensil kedalam botol, lomba perkutut dan lomba estafet sedotan.

Rangkaian HJKB juga akan diisi dengan berbagai acara mulai dari Bebersih Bandung, Bandung Berbagi, ziarah ke makam leluhur Bandung, upacara peringatan, Bandung Great Sale dan berbagai acara lainnya. (rob)**




Tampung 716 Meter Kubik Air, Kolam Retensi Ke-10 Hadir di Dian Permai

Kolam retensi ke-10 berada di Komplek Dian Permai RW 12 (dok Pemkot Bandung).

Tampung 716 Meter Kubik Air, Kolam Retensi Ke-10 Hadir di Dian Permai

BANDUNG, Prolite – Di tengah musim kemarau yang kering dan suhu ekstrem akibat dampak El Nino, Pemerintah Kota Bandung menghadirkan lagi kolam retensi di Babakan Ciparay.

Kolam yang berada di Babakan Ciparay ini berfungsi sebagai cadangan air di kala kemarau dan mengatasi genangan saat musim hujan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi memaparkan, lokasi kolam kali ini berada di Komplek Dian Permai RW 12. Dipilihnya kawasan ini karena memang sebelumnya masih kerap ada genangan saat musim hujan.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Lokasi kolam retensi di sini merupakan daerah yang rendah. Jadi, tepat untuk dibangun kolam retensi,” ungkap Didi saat meresmikan Kolam Retensi Dian Permai, Rabu 13 September 2023.

Kolam penyimpan cadangan air ini diharapkan tak hanya mengurangi genangan di RW 12, tapi juga bisa menyelesaikan masalah banjir di kawasan RW 09.

“Di sana memang dampaknya dari banjir di RW 12. Jadi kalau di RW 12 bisa dikurangi, maka dampak banjir di RW 09 itu otomatis berkurang juga,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kolam ini dikerjakan secara swakelola menggunakan alat berat DSDABM. Pengerjaannya dilakukan selama dua bulan dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp175 juta. Luas keseluruhan mencapai meter persegi.

“Lahan 179 meter perseginya digunakan untuk kolam. Daya tampungnya bisa mencapai 716 meter kubik. Di sekitarnya, kami tanami 75 pohon pelindung,” ujar Didi.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung, Eric M Attauriq menyebutkan, pembangunan di musim kemarau merupakan hal yang tepat.

“Momen musim kemarau saat ini tepat untuk bangun kolam retensi. Jangan sampai dibangun saat banjir melanda,” kata Eric.

Ia menambahkan, di tahun 2023 akan ada 3 kolam retensi yang dibangun, salah satunya di Dian Permai. Kemudian satu lagi kolam retensi di Bandung Inten Indah, Kelurahan Derwati. Lalu satu lagi di Margahayu, Kelurahan Sekejati.

Menurutnya, kolam retensi merupakan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menghadapi kemungkinan bencana akibat dari El Nino saat ini.

“El Nino sekarang menjadi periode terpanas yang akan berlangsung sampai pertengahan tahun 2024. Dengan ini kita sudah siap membuat kolam, sehingga pada saat bencana datang sudah bisa dicegah terlebih dahulu,” akunya.

Selain itu, dengan hadirnya kolam menampung air, fungsinya juga bisa dijadikan sebagai area publik dan spot wisata bagi warga sekitar. Di samping fungsi utamanya sebagai konservasi air dan cadangan air saat masa kritis.

“Kota Bandung sudah memiliki beberapa infrastruktur penangkap air tanah, antara lain lebih dari 20 sumur resapan dalam, 647 sumur resapan dangkal, dan lebih dari drumpori,” sebutnya.

Sedangkan Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Yudi Cahyadi menilai, salah satu solusi penanganan banjir. Berdasarkan RPJMD 2018-2023, Pemkot menargetkan pembangunan 7 kolam retensi.

“Tapi realnya justru sudah ada 10 di Kota Bandung. Kami dari DPRD Kota Bandung memberikan apresiasi kepada Pemkot Bandung yang sudah mencapai target optimal bahkan melebihi dari kolam retensi ini. Mohon bisa memelihara yang sudah dibangun, sehingga kebermanfaatannya bisa lebih optimal,” harap Yudi.

Sebab, ia menjelaskan, tutupan lahan di Kota Bandung sudah lebih dari 80 persen. Sehingga, lahan yang tersisa harus benar-benar dioptimalkan dengan bijak.

“Kita kekurangan ruang untuk menghadirkan pembangunan infrastruktur. Dengan memanfaatkan ruang-ruang yang dimiliki Pemkot Bandung, kita bisa optimalkan parkir air dengan baik. Soalnya sisa-sisa lahan ini punya kepentingan. Ada yang untuk perumahan, fasilitas umum, dan sosial,” lanjutnya.




Penusukan oleh Orang Tak Dikenal , Korban Alami Luka di Punggung

Ilustrasi Penusukan (Liputan6.com).

Korban Penusukan YP Alami Luka di Punggung

BANDUNG, Prolite – Penusukan warga Kota Bandung Berinisal YP oleh orang tak dikenal di Jalan AH. Nasution.

Peristiwa penusukan yang terjadi bermula karena senggolan dan beradu mulut di jalan raya pada Hari Jumat .

YP warga Kota Bandung yang berusia 42 tahun harus dilarikan RSUD Ujung Berung dan mendapat jahitan akibat luka tusuk di punggung.

Peristiwa bermula saat YP melintas di Jalan AH Nasution tiba-tiba korban dan pelaku terlibat insiden di jalan raya.

Setelah terjadi insiden korban dan pelaku terlibat adu mulut yang tak terhindarkan, hingga tiba-tiba sang pelaku langsung mengambil senjata tajam dan kemudian melukai korban di bagian punggung belakang.

Setelah melakukan penusukan terhadap korban pelaku langsung melarikan diri.

Tribun
Tribun

Akibat penusukan yang dilakukan oleh pelaku kini korban YP mengalami luka yang cukup serius dan harus menjalani perawatan di RSUD Ujung Berung.

Kapolsek Ujungberung, Kompol Subana menerangkan, bahwa benar sudah ada peristiwa tersebut dan dialami oleh korban YP di Jalan AH Nasution.

“Korban dan pelaku senggolan di jalan. Emosi tak terkendali. Diduga senjata tajam atau apa, pelaku melukai korban,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (8/9).

Subana mengatakan, pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku. Korban pun sudah dimintai keterangannya guna mengetahui ciri-ciri pelaku.

“Interogasi ke korban sudah kami lakukan. Saat ini korban pun masih dirawat karena luka yang dideritanya,” pungkasnya.




Sabtu 9 September 2023, Kirab Pancasila di Sepanjang Jalan Asia Afrika

Ilustrasi Kirab Pancasila (Istimewa).

Sabtu 9 September 2023, Kirab Pancasila di Sepanjang Jalan Asia Afrika

BANDUNG, Prolite – Sepanjang jalan Asia Afrika Kota Bandung besok Sabtu 9 September 2023 akan ada Kirab Pancasila mulai pukul WIB.

Jalan Asia Afrika yang menjadi jantungnya kota Bandung itu akan di tutup penuh mulai pukul hingga WIB.

Hajatan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang akan menggelar Penganugrahan Ikon Prestasi Pancasila dan Kirab Pancasila.

Sehubungan dengan adanya acara Kirab Pancasila yang akan di selenggarakan di sepanjang Jalan Asia Afrika maka Polrestabes Bandung akan melakukan rekayasa lalu lintas di sepanjang jalan.

Humas Bandung
Humas Bandung

Rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan di sepanjang jalan Asia Afrika sebagian mulai Jumat 8 September 2023 dini hari.

Rangkaian acara tersebut rencananya dihadiri oleh Dewan Pengarah, Kepala dan Wakil Kepala BPIP, PJ. Gubernur Jawa Barat, hingga jajaran Forkopimda.

Plh Walikota Bandung , Ema Sumarna juga rencananya akan hadir dalam kegiatan tersebut.

Penyelenggaraan Penganugerahan Ikon Prestasi Pancasila dilangsungkan dengan memilih ikon, baik individu, kelompok, maupun lembaga yang dipilah dalam lima kategori, yakni Sains dan Inovasi, Olah Raga, Social Entrepreneur, dan Tokoh Lintas Iman.

Setelah dilakukan penganugrahan Ikon Prestasi Pancasila dilanjutkan dengan Kirab Pancasila di sepanjang jalan bersejarah di Kota Bandung ini.

Acara ini diselenggarakan secara terbuka untuk seluruh warga Kota bandung yang akan menyaksikan acara tersebut dapat langsung hadir dan menonton di sepanjang Jalan Asia Afrika.

Iring-iringan kirab akan dimeriahkan oleh Canka Panorama Marching Band Secapa TNI AD, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jawa Barat, Komunitas Seni Benjang, Komunitas Bandung Culture, Paskibraka Kota Bandung, Gema Angklung Sabilulungan, ISBI Bandung, Ega Robot Ethnic Percussion, Paguyuban Sapedah Bandung Baheula, Mojang Jajaka Kota Bandung, sisingaan, reog, dan lain-lain.

Selain itu, masyarakat yang hadir secara langsung dapat mengikuti Lomba Kirab Pancasila berupa lomba foto dan reels video dengan total hadiah jutaan rupiah. Informasi ketentuan lomba dapat diakses melalui akun Instagram @bpipri.




Anugerah Ikon Pancasila dan Insan Pancasila 2023, Ada Titik Puspa

Anugerah Ikon Pancasila dan Insan Pancasila oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Gedung KAA Kota Bandung (dok Pemkot Bandung).

Anugerah Ikon Pancasila dan Insan Pancasila 2023, Ada Titik Puspa

BANDUNG, Prolite – Sebanyak 18 orang dan kelompok meraih Anugerah Ikon Pancasila dan Insan Pancasila oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Gedung Konferensi Asia Afrika (Gedung Merdeka KAA) Kota Bandung, Sabtu 9 September 2023.

Mereka meraih penghargaan pada kategori Anugerah Ikon Pancasila (5 orang) dan Insan Pancasila (13 orang).

Para peraih anugerah tersebut, antara lain: Latifah Nurahmi, , Ph.D. (Sains & Inovasi), Prof. Emil Salim (Kewirausahaan Sosial), Hj. Sudarwati/Titiek Puspa (Seni dan Budaya), Alissa Wahid (Lintas Iman), dan Ni Nengah Widiasih (olahraga) sebagai Anugerah Ikon Pancasila .

Lalu ada Taufiq Kamal, M. Alfatih Timur, Prof. . Muhammad Nurhuda, Tim Esport Evos, Dr. (H.C) Ignatius Jonan, S.E., M.A., Umi Waheeda, Putri Ariani, Waljinah, Ulil Abshar Abdalla, Dr. A. Elga J. Sarapung, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, ., Risa Damayanti dan Imron Rosadi yang menerima penghargaan pada kategori insan pancasila.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Sebagai informasi, Anugerah Ikon Prestasi Pancasila dan Insan Pancasila merupakan acara yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk mengapresiasi insan-insan yang menerapkan Pancasila sebagai upaya mencintai negara Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyebut, Pancasila merupakan hal penting yang mampu menyatukan Indonesia menjadi bangsa yang besar.

“Para ikon ini diharapkan menjadi panutan dalam kehidupan sehari-hari dalam menerapkan Pancasila dan mencintai Indonesia,” ujarnya.

Yudian juga menyebut, Kota Bandung dan Gedung Konferensi Asia Afrika sebagai tempat penyelenggaraan acara karena keduanya menjadi simbol semangat Pancasila lewat peristiwa Konferensi Asia Afrika tahun 1955.

“68 tahun lalu, kita semarakkan semangat yang senada dengan Pancasila. Kita gaungkan solidaritas lewat Konferensi Asia Afrika,” katanya.

Yudian juga menyebut, kegiatan ini bukan semata-mata bersifat simbolis atau seremonial. Ia memastikan, BPIP akan senantiasa menjaga Pancasila selalu ada dalam sendi kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

Sementara itu, Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan Republk Indonesia, Prakoso menyebut, BPIP sebagai badan yang membina ideologi Pancasila senantiasa mengapresiasi insan-insan tanah air yang menebarkan semangat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga peraih penghargaan ini dapat menginspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk lebih mencintai Pancasila,” katanya.

Sebagai informasi, Anugerah Ikon Pancasila dan Insan Pancasila pertama kali digelar pada 2017. Pada edisi keenamnya, kegiatan ini dihadiri sejumlah pimpinan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jabar dan Pemerintah Kota Bandung, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung, serta tamu undangan lainnya.

Selain penyematan anugerah, acara ini juga dirangkaikan dengan Kirab Pancasila di Jalan Asia Afrika mulai sekitar pukul WIB.




Perpusnas Writers Festival 2023 : Wadah Literasi di Bandung yang Sajikan Berbagai Agenda Menarik

Perpusnas Writers Festival

BANDUNG, Prolite – Perpusnas Writers Festival (PWF) sukses digelar di Kota Bandung, Jawa Barat, selama periode 6-8 September 2023. Festival ini menawarkan berbagai agenda literasi yang berlangsung selama tiga hari penuh.

PWF di Kota Bandung ini merupakan hasil kerja sama antara Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dengan Museum Konferensi Asia Afrika (KAA). Festival ini berpusat di dua lokasi utama, yaitu Gedung De Majestic dan Museum KAA.

Perpusnas Writers Festival untuk Tingkatkan Kegiatan Literasi di Indonesia

Salah satu kegiatan di PWF – Humas Kota Bandung

Menurut Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando, salah satu tujuan utama dari penyelenggaraan Perpusnas Writers Festival adalah untuk meningkatkan ketersediaan bahan bacaan di Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi kekurangan buku bacaan yang signifikan.

Dalam perbandingan yang mengkhawatirkan, di Jakarta, satu buku hanya tersedia untuk 90 orang, sementara di luar Jakarta, satu buku harus dibagi oleh 15 ribu orang.

Padahal, standar UNESCO menyarankan bahwa satu buku seharusnya dapat diakses oleh tiga orang.

Melalui PWF, Syarif berharap dapat mendorong generasi muda, khususnya, untuk menciptakan karya tulis, termasuk yang mempromosikan kearifan lokal.

Dengan cara ini juga, diharapkan akan ada peningkatan signifikan dalam jumlah bahan bacaan yang tersedia untuk masyarakat.

“Kami ingin menanamkan budaya membaca kepada masyarakat. Kami sedang melakukan segala upaya untuk meningkatkan tingkat literasi di Indonesia,” ujar Syarif.

Upaya seperti PWF memiliki potensi besar untuk merangsang minat membaca dan menumbuhkan minat menulis di kalangan masyarakat, yang pada gilirannya akan memperkaya sumber daya literatur Indonesia dan meningkatkan tingkat literasi secara keseluruhan.

Menulis, Mengukir Peradaban

Tema Perpusnas Writers Festival 2023 – Humas Kota Bandung

Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerja Sama, dan Humas Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Sri Marganingsih, menyatakan bahwa PWF yang digelar kali ini merupakan yang pertama di luar Jakarta.

Keputusan untuk memilih Kota Bandung sebagai lokasi penyelenggaraan festival ini disebabkan oleh sejarah dan signifikansi kota tersebut dalam konteks dunia.

Perpusnas Writers Festival di Kota Bandung mengusung tema “Menulis, Mengukir Peradaban”. Menurut Sri, terdapat setidaknya 19 kegiatan yang telah direncanakan dalam rangkaian PWF ini.

Kegiatan-kegiatan tersebut melibatkan beragam aspek literasi, seperti talk show, bedah buku, workshop, kompetisi menulis, pemutaran film, musikalisasi puisi, pameran buku, pertunjukan seni sastra, dan penelitian sejarah.

Tema yang dipilih dan beragamnya kegiatan diharapkan dapat memberikan wawasan dan inspirasi yang luas kepada para pengunjung dan peserta PWF.

Sri mengungkapkan harapannya melalui Perpusnas Writers Festival adalah untuk memperkuat literasi di Indonesia.

Buku bacaan di event PWF – Humas Kota Bandung

Dalam upaya mencapai tujuan ini, festival ini mendorong lahirnya berbagai karya tulis yang dapat dihasilkan oleh berbagai kalangan peserta, dan nantinya karya-karya ini dapat diterbitkan oleh Perpusnas Press.

“Karena PWF adalah sebuah festival, maka materi yang dibahas sangat beragam dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari penulis, seniman, hingga pemangku kebijakan,” jelasnya.

Sri juga menetapkan target peserta sebanyak seribu orang yang diharapkan hadir selama tiga hari penyelenggaraan PWF ini.

Semakin banyak peserta yang terlibat, semakin besar dampak yang dapat dihasilkan dalam upaya memperkuat literasi di Indonesia.

Masih ada satu hari tersisa untuk mengikuti beragam kegiatan menarik di Perpusnas Writers Festival (PWF) Bandung.

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk mendapatkan wawasan baru, berpartisipasi dalam diskusi, mengeksplorasi dunia literasi, dan menikmati berbagai acara yang ditawarkan!




Permasalahan Sampah Holistik, Lingkungan Pendidikan Harus Turut Serta

Plh Wali Kota Bandung Ema Sumarna meminta sekolah lebih peka dengan permasalahan sampah (dok Humas pemkot).

Permasalahan Sampah Holistik, Lingkungan Pendidikan Harus Turut Serta

BANDUNG, Prolite – Plh. Wali Kota Bandung, Ema Sumarna meminta para kepala sekolah untuk lebih peka terhadap lingkungan, salah satunya permasalahan sampah.

Apalagi saat ini Kota Bandung tengah dihadapkan pada permasalahan sampah dari hulu karena adanya pembatasan di TPA Sarimukti.

Ema meminta agar para pendidik mengedukasi para siswa supaya permasalahan sampah tidak menjadi momok yang menakutkan, tetapi bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomi.

“Saya mengumpulkan para tenaga pendidik ini agar mampu membimbing siswa siswi dalam permasalahan sampah. Besar harapan bisa mereduksi sampah di sekolah masing-masing,” beber Ema saat memberikan arahan secara virtual kepada sekolah di lingkungan Pemkot Bandung, di Balai Kota Bandung 8 September 2023.

Disdik Jawa Barat
Disdik Jawa Barat

Ia berharap, secara perlahan permasalahan sampah mampu dilakukan di setiap sekolah. Sehingga mampu mengurangi produksi sampah yang saat ini masih dalam kondisi darurat.

“Pendidik mampu berikan pemahaman, agar perilaku anak-anak peduli lingkungan, minimal peduli terhadap sampah yang mereka produksi,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Ema sampah yang dihasilkan Kota Bandung ton per hari. Namun, ia yakin dengan gerakan 3R dan program Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan (Kang Pisman) mampu bergema di seluruh wilayah Kota Bandung.

“Kontribusi gerakan masif, ini harus mampu mengurangi beban dan volume sampah. Hal ini terus dikampanyekan,” tuturnya.

Ia mengatakan kepedulian terhadap lingkungan seperti sampah, termasuk bagian dari kurikulum yang harus dimasifkan.

“Bagian kurikulum itu terus masifkan, sehingga seluruh level sekolah itu nanti terbangun SDM di sekolah menjadi tanggung jawab, itu menjadi SDM yang unggul peduli lingkungan,” tuturnya.

Di Kota Bandung terdapat sekolah Adiwiyata. Ema mengarahkan agar sekolah lainnya mampu menerapkan kebersihan lingkungan salah satunya sampah.

Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang peduli lingkungan, sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Dengan adanya program Adiwiyata diharapkan seluruh masyarakat di sekitar sekolah agar dapat menyadari bahwa lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat bagi kesehatan.

“Perilaku menjadi modal utama untuk solusi penanganan sampah. Untuk siswa TK, SD dan SMP coba diberikan pola cara atau ilustrasi yang mudah di tangkap. Supaya ini bagian kualitas hidup yang lebih baik,” ungkapnya.

Ema mengatakan, sekolah berlabel Adiwiyata harus mampu dijadikan rujukan untuk sekolah yang lebih memahami lingkungan.

“Sekolah berlabel Adiwiyata bisa dijadikan rujukan untuk semua sekolah yang ada. Tugas Dinas Pendidikan (Disdik), kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk terus tingkatkan dalam sisi kuantitas dan kualitas. TK, SD juga SMP terus bertambah sekolah label Adiwiyata. Standar kepentingan lingkungan mampu menangangani sampah dengan standar yang sudah diberikan pengetahuan oleh dinas terkait,” ungkapnya.

Sebagai contoh, lanjut Ema, setiap murid untuk mengurangi produksi sampah, bisa membahwa tempat makanan dan tempat minum (tumbler). Hal itu guna mengurangi produksi sampah di sekolah.

“Murid bisa bawa tumbler sendiri, yang biasanya beli minuman dalam kemasan plastik. Ini bentuk kecil perhatian,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengatakan pertemuan tersebut sebagai salah satu bentuk upaya pemerintah dalam penanganan sampah.

“Ini perhatian kita dalam menjaga lingkungan. Sehingga harus mengetahui situasi kondisi di lingkungan, jadi harus berempati,” ujarnya.

Sedangkan Perwakilan SMPN 17 Bandung, Mia mengatakan, di sekolahnya sudah ada sistem pemilahan sampah. Para siswa sebelum pulang sekolah diwajibkan untuk memilah sampah di sekitarnya.

“Sekolah kami termasuk Adiwiyata, baiknya saat ini data reduksi sampah secara keseluruhan bisa diketahui,” imbuh Mia. (yan)**




Soal Polusi Udara di Kota Bandung, Ema Ingin Gelorakan Bike To Work

ilustrasi bike to work -solusi atasi polusi udara di kota bandung.jpg

Soal Polusi Udara di Kota Bandung, Ema Ingin Gelorakan Bike To Work

BANDUNG, Prolite – Plh Wali Kota Bandung Ema Sumarna menegaskan bahwa polusi udara di Kota Bandung masuk kategori sedang.

Namun untuk rinciannya kata Ema media diminta bertanya ke kepala DLH. Untuk atasi masalah polusi udara di Kota Bandung, Pemkot sendiri melakukan upaya-upaya yang paling konkrit dan real yakni terus melakukan proses uji emisi.

“Uji emisi ini saya beharap masyarakat itu terbangun juga kesadaran, kita siap untuk proses melayani, tapi kalo kita mengejar-ngejar kan kita agak sulit terutama yang sudah bergerak di jalan raya. Padahal kita sudah menyiapkan datang saja ke DLH untuk bisa melakukan proses tersebut, tapi kalo misalnya ada permintaan, kita kan ada nih di pusat perbelanjaan, atau di kelompok mana pun saya pikir itu bisa, itu yang paling konkrit,” ucap Ema di Balai Kota, Rabu (6/9/2023).

ilustrasi bike to work -ema sumarna - solusi atasi polusi udara di kota bandung

Namun kata Ema, karena ini prosesnya cukup panjang pihaknya akan kembali menggalakkan gerakan penghijauan untuk atasi polusi udara di Kota Bandung.

“Kemarin di rapat kerja camat saya sudah mintakan supaya mereka kembali melakukan gerakan itu, dan alhamdulillah kemarin ada beberapa camat di antaranya Sukajadi yang sudah melaksanakan lahan-lahan yang kosong untuk segera di optimalkan, tapi kalo untuk yang di jalan saya minta ini semua di koordinasikan,” ucapnya.

Hal itu karena dalam pemasangan kata Ema, harus pake strategi juga estetikanya yang bagus, pasalnya sekarang ini banyak dipasang atau ditanam hasilnya tidak sesuai sehingga harus di tebang lagi.

Ia mencontohkan di jalan Braga begitu di tanam kemudian pohon tersebut bengkok hingga masuk ke jalan dan itu menghalangi kendaraan.

Lanjutnya, dalam rangka hari perhubungan Ema ingin terus menggelorakan semangat untuk Bike to Work atau bersepeda untuk kurangi polusi udara di Kota Bandung.

“Saya juga sedang mengevaluasi untuk nanti anak-anak sekolah anak SMA dan SMP bersepeda, ya saya tahu lah mungkin status sosial orang tuanya kemampuan ekonomi orang tua, ada rasa kekhawatiran orang tua, kalo pakai mobil mah aman, saya juga mengerti itu tapi mau sampai kapan seperti itu,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu kata Ema, tugas besar atau PR besar Pemkot Bandung adalah publik transportasi.

“Versi saya mudah-mudahan pendapat saya pun tidak terlalu jauh dengan pendapat umum, bahwa publik transport adalah keniscayaan. Dari sisi rancangan kebijakan kita sudah menyampaikan sejak tahun anggaran 2022 dengan nama programnya adalah trasnformasi dan transportasi, kita ingin menghilangkan semua yang namanya angkutan umum yang ada di kota, nanti di ganti dengan bis, yang tentunya bis nya nyaman, ber ac dengan tempat duduk yang sudah fix harus seperti itu, jangan ada lagi yang berjubel,” ungkapnya.

“Nah kalo sudah kenyamanan yang biasa membawa kendaraan pribadi, kalo publik transport nya bagus saya rasa mereka juga akan beralih secara bertahap tapi kan itu jangka panjang, jadi penghijauan, dengan meminimalisasi polusi udara di Kota Bandung, itu bagian yang sedang kita gelorakan atau laksanakan, termasuk yang tadi yaitu perbaikan gas emisi di masing-masing kendaraan bermotor yang ada di Kota Bandung,” paparnya.