Ada beberapa kemungkinan yang menjelaskan pengalaman tersebut. Pertama, seseorang takut ekspektasi orang lain meningkat setelah dirinya dipuji. Kedua, ia terbiasa menganggap kesalahan sebagai bukti ketidakmampuan, tetapi menganggap keberhasilan sekadar keberuntungan. Ketiga, ia khawatir perhatian positif akan membuat kekurangannya terlihat.
Lingkungan yang terlalu menekankan kesempurnaan atau pengalaman ketika pencapaian sering diremehkan juga dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya. Namun, faktor-faktor ini tidak selalu muncul pada setiap orang.
Penting dipahami bahwa menerima pujian bukan berarti harus merasa paling hebat. Mengakui keberhasilan sendiri dan tetap rendah hati bisa berjalan beriringan.
Bagaimana Cara Belajar Menerima Pujian dengan Lebih Nyaman?
Kamu tidak harus langsung percaya diri setiap kali mendapatkan apresiasi. Mulailah dengan langkah kecil berikut.
Berhenti membantah pujian secara otomatis. Cobalah menjawab, “Terima kasih, aku senang kamu menghargai usahaku,” tanpa merasa harus merendahkan pencapaian sendiri.



Tinggalkan Balasan