Review Game Life is Strange: Reunion — Nostalgia yang Menyentuh
Prolite – Kalau kamu penggemar seri Life is Strange, pasti nama Max Caulfield dan Chloe Price udah kayak comfort zone sendiri. Nah, di tahun 2026 ini, hadir Life is Strange: Reunion, game yang jadi kelanjutan langsung dari Double Exposure (2024). Sesuai namanya, Reunion bukan cuma soal kembali ke tempat lama, tapi juga reuni emosional yang penuh rasa—antara karakter, kenangan, dan tentu saja… trauma.
Tapi, apakah game ini benar-benar worth it? Apakah nostalgia bisa menutup kekurangan yang ada? Atau justru jadi bumerang? Yuk kita bahas dengan santai tapi tetap kritis!
Kembali ke Caledon: Nostalgia yang Bikin Hati Hangat
- Reunion membawa pemain kembali ke Caledon University, setting utama dari game sebelumnya.
- Lingkungan yang familiar seperti area kampus dan Snapping Turtle bar kembali hadir.
- Banyak karakter lama yang kembali, termasuk Max, Chloe, Moses, dan lainnya.
Balik ke Caledon itu rasanya kayak pulang ke rumah lama. Ada rasa hangat, nostalgia, dan sedikit nyesek juga. Visual dan atmosfernya masih kuat banget dalam membangun emosi, apalagi buat pemain lama.




Tinggalkan Balasan