
Farhan mengaku banyak menerima kritik dari komunitas pesepeda. Masukan tersebut sangat penting agar pemerintah tidak asal menggambar jalur sepeda tanpa perencanaan teknis yang tepat.
“Masukan dari komunitas harus masuk sejak tahap perencanaan desain jalur,” katanya.
Farhan berharap, kolaborasi antara komunitas dan pemerintah ini bisa terus berjalan. Ia menargetkan pada akhir 2026, saat Bandung direncanakan menjadi tuan rumah Jambore Sepeda Lipat Nasional, kondisi jalan dan fasilitas kota sudah semakin ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda.
“Kegiatan Bandung On Bike 2026 ini menunjukkan bahwa Bandung adalah kota yang terbuka dan inklusif untuk semua. Tinggal bagaimana kita benahi infrastrukturnya secara bertahap dan melibatkan komunitas,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Bike to Work Bandung, Muhammad Andi Fauzi, menjelaskan, Bandung On Bike 2026 diinisiasi tidak hanya sebagai ajang bersepeda, tetapi juga sebagai less waste event dalam rangka memperingati Hari Bumi.




Tinggalkan Balasan