Festival tersebut diikuti oleh peserta dari sekitar 14 SD/MI di Kecamatan Rancasari. Sejumlah olahraga tradisional yang dipertandingkan antara lain hadangan, bakiak, balok, egrang, sumpitan, dan dagongan.

Selain memperkenalkan kembali olahraga tradisional, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi anak-anak dari berbagai sekolah untuk bersilaturahmi dan membangun kebersamaan.

“Manfaatnya banyak sekali. Selain anak-anak bisa bersilaturahmi dan berkenalan dengan teman dari sekolah maupun usia yang berbeda, kegiatan ini juga bisa mempererat kebersamaan dan menambah wawasan generasi penerus tentang pentingnya permainan atau olahraga tradisional,” katanya.

Ke depan, Camat Rancasari berharap festival olahraga tradisional dapat dikembangkan hingga tingkat Kota Bandung sehingga anak-anak dari berbagai kecamatan memiliki ruang yang lebih luas untuk mengenal, memainkan, dan melestarikan permainan tradisional.

Rizki Oktaviani
Editor