Penanganan sampah tersebut kata Darto sangat berbeda, semisal untuk botol kaca tidak bisa ditangani pakai mobil yang road sweeper namun harus dipungutin satu persatu. Bahkan kalau sudah menjadi pecahan makin sulit dan makin berbahaya.
Sedang untuk bekas flare dan petasan ada pihak lain yang mengambil sampah tersebut.
“Kebetulan ada partner kita yang sudah ngambil, jadi kita dibantu oleh yang pemungut itu. Itu dikumpulkan di sekitar Cikapayang saja dapet 3 karung. 3 karung besar ya, yang flare-nya itu. Sementara botolnya aja dapet 6 karung. Belum termasuk yang Dago ke atas, belum yang jalan Pasupati,” tegasnya.
Sementara untuk sampah atribut spanduk, bendera dan lainnya, kata Darto tidak ada kemungkinan karena masih dipakai.




Tinggalkan Balasan