Ia meminta seluruh daerah memastikan infrastruktur distribusi energi berjalan baik sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Farhan juga mengingatkan masyarakat tidak melakukan panic buying agar stok bahan bakar tetap tersedia merata bagi seluruh warga.
“Kita harus meyakinkan masyarakat bahwa stok aman. Jangan sampai ada panic buying, baik BBM maupun BBG,” ujar Farhan.
Pemerintah Kota Bandung juga menyiapkan solusi energi jangka panjang melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah di kawasan Bandung Raya.
Rencana tersebut meliputi pengembangan lokasi di Legok Nangka, Sarimukti, serta alternatif kawasan eks tempat pembuangan akhir Jelekong sebagai sumber energi berbasis lingkungan.
“Kami akan koordinasi dengan pemerintah pusat. Ini penting untuk solusi jangka panjang, khususnya energi berbasis lingkungan,” ujar Farhan.
Muhammad Farhan menyebut pemerintah daerah juga menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait rencana sistem kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara.




Tinggalkan Balasan