Film “Autopsy: Dead Body Can Talk” Bongkar Psikologi di Balik Dunia Forensik

Prolite Kalau biasanya film tentang autopsi identik dengan nuansa horor dan menegangkan, film Autopsy: Dead Body Can Talk justru hadir dengan pendekatan yang berbeda. Bukan sekadar menakut-nakuti, film ini mencoba membuka perspektif baru tentang dunia forensik—bahwa di balik tubuh yang tak bernyawa, ada cerita, ada fakta, dan ada kebenaran yang menunggu untuk diungkap.

Diperkenalkan pada momentum Hari Film Indonesia, 30 Maret 2026, film ini langsung mencuri perhatian karena mengangkat tema yang jarang dieksplorasi secara mendalam di sinema Indonesia.

Lebih dari sekadar hiburan, film ini juga punya nilai psikologis yang kuat—tentang bagaimana manusia memaknai kematian, kebenaran, dan keadilan.

Autopsi sebagai Pusat Cerita: Perspektif yang Jarang Diangkat

Berbeda dari film thriller pada umumnya, Autopsy: Dead Body Can Talk menjadikan proses autopsi sebagai inti dari cerita.

Ananditha Nursyifa
Editor