Dalam konteks Sisingaan, sebagian masyarakat percaya bahwa energi dari musik, tarian, dan suasana ritual dapat memicu kondisi kesadaran yang berbeda.

Meski demikian, tidak semua pertunjukan Sisingaan melibatkan unsur spiritual atau trance. Banyak kelompok seni yang menampilkan Sisingaan murni sebagai hiburan budaya.

Penjelasan Psikologis tentang Kondisi Trance

Dari sudut pandang psikologi, fenomena trance sebenarnya dapat dijelaskan melalui konsep altered state of consciousness atau perubahan kondisi kesadaran.

Ketika seseorang terlibat dalam aktivitas fisik yang intens, berada dalam suasana emosional yang kuat, serta mendengar ritme musik yang berulang, otak dapat masuk ke kondisi fokus yang sangat dalam.

Dalam kondisi ini, seseorang bisa merasa seperti “terlepas” dari kesadaran normalnya.

Fenomena serupa juga ditemukan dalam berbagai aktivitas lain seperti meditasi, ritual keagamaan, atau bahkan konser musik dengan ritme yang sangat kuat.

Ananditha Nursyifa
Editor