Micromanagement vs Macromanagement: Gaya Mana yang Bikin Tim Lebih Produktif?
Prolite – Pernah punya atasan yang setiap beberapa jam bertanya, “Sudah sampai mana?”, mengecek detail pekerjaan satu per satu, bahkan ikut menentukan hal-hal kecil yang sebenarnya bisa kamu putuskan sendiri? Kalau iya, mungkin kamu sedang berhadapan dengan micromanagement.
Di sisi lain, ada juga pemimpin yang memberikan target di awal, menjelaskan ekspektasi, lalu membiarkan tim menentukan sendiri bagaimana cara mencapai hasil tersebut. Gaya seperti ini sering disebut macromanagement.
Lantas, mana yang sebenarnya lebih baik untuk produktivitas tim? Apakah semakin banyak diawasi berarti semakin bagus, atau justru kebebasan membuat karyawan bekerja lebih optimal?
Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu. Dalam psikologi kerja, tingkat kontrol dan otonomi perlu disesuaikan dengan karakter pekerja, jenis pekerjaan, pengalaman, serta situasi yang sedang dihadapi.



Tinggalkan Balasan