Dengan membaca sejarah, kita dapat belajar dari kesalahan masa lalu. Kita juga bisa memahami bagaimana perjuangan yang pernah dilakukan oleh generasi sebelumnya.
Inilah sebabnya membaca sering dianggap sebagai cara untuk menolak lupa.
Ketika masyarakat berhenti membaca sejarah, maka ada risiko besar bahwa kesalahan yang sama akan terulang kembali.
Tantangan Literasi di Era Digital
Meskipun akses informasi semakin mudah, minat baca di banyak negara masih menjadi tantangan.
Era digital memang memberikan banyak kemudahan, tetapi juga menghadirkan distraksi yang besar. Banyak orang lebih sering membaca potongan informasi singkat dibandingkan membaca buku secara utuh.
Padahal membaca buku memberikan pemahaman yang jauh lebih mendalam dibandingkan sekadar membaca judul berita atau unggahan media sosial.
Karena itu, penting bagi generasi muda untuk membangun kebiasaan membaca sejak dini. Literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami dan mengevaluasi informasi.
Ungkapan “membaca adalah melawan” mengingatkan kita bahwa buku memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari yang sering kita bayangkan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan