Salah satu alasan utama mengapa membaca dianggap sebagai bentuk perlawanan adalah karena membaca membantu seseorang melawan kebodohan.
Kebodohan di sini bukan hanya tentang tidak tahu, tetapi juga tentang kondisi ketika seseorang mudah percaya pada informasi yang salah. Di era digital seperti sekarang, hoaks dan disinformasi sangat mudah menyebar.
Menurut berbagai laporan literasi global, masyarakat yang memiliki kebiasaan membaca cenderung lebih mampu membedakan antara fakta dan opini. Mereka juga lebih kritis terhadap informasi yang beredar.
Membaca melatih otak untuk memproses informasi secara lebih mendalam. Ketika seseorang terbiasa membaca buku, artikel ilmiah, atau sumber terpercaya, ia tidak akan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.
Dengan kata lain, membaca menjadi benteng pertama untuk melawan pembodohan massal.
Membaca Melatih Pikiran Kritis
Selain memperluas pengetahuan, membaca juga melatih kemampuan berpikir kritis.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan