Membaca Adalah Melawan: Perlawanan Sunyi Melawan Kebodohan di Era Digital
Prolite – Di tengah banjir informasi yang datang dari media sosial, internet, dan berbagai platform digital, kemampuan untuk berpikir kritis menjadi semakin penting. Informasi kini datang begitu cepat, tetapi tidak semuanya benar. Banyak berita palsu, manipulasi data, hingga narasi yang sengaja dibentuk untuk memengaruhi opini publik.
Di sinilah muncul sebuah kalimat yang cukup terkenal dalam dunia literasi Indonesia: “Membaca adalah melawan.” Ungkapan ini sering dikaitkan dengan sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer.
Makna dari kalimat tersebut bukanlah perlawanan dalam arti fisik, tetapi sebuah perlawanan intelektual. Membaca menjadi cara untuk melawan kebodohan, pembodohan, manipulasi informasi, serta berbagai bentuk ketidakadilan yang lahir dari kurangnya pengetahuan.
Melalui membaca, seseorang dapat memperluas wawasan, memahami sejarah, dan membangun kemampuan berpikir kritis. Buku bukan sekadar kumpulan halaman, tetapi juga sumber pengetahuan yang mampu mengubah cara seseorang memandang dunia.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan