Potensi Wisata Budaya Modern: Dari Hajatan ke Festival Dunia

Kuda Renggong tidak berhenti berkembang. Dari yang awalnya hanya hadir di acara khitanan dan pernikahan kampung, kini kesenian ini sudah menjelma menjadi ikon wisata budaya Sumedang yang profesional.

Seni Kuda Renggong telah menjadi tradisi atraksi tahunan dari kepariwisataan Sumedang yang digelar setiap tanggal 29 September — sebuah festival yang setiap tahunnya menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari jumlah peserta maupun kualitas pertunjukan.

Saat ini, kesenian Kuda Renggong berada di bawah pengawasan Yayasan Kuda Renggong Sumedang (Yaskures) Wangkin, serta sudah menyebar di 22 kecamatan Kabupaten Sumedang. Jumlah kudanya sudah mencapai 475 ekor, pemusiknya 105 rombongan, serta penari 27 rombongan.

Angka yang luar biasa! Ini bukan sekadar kesenian yang bertahan hidup — ini adalah kesenian yang tumbuh dan berkembang dengan penuh semangat. Seiring waktu, kesenian ini menyebar ke berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Majalengka, Indramayu, Kuningan, dan Subang.

Ananditha Nursyifa
Editor