Lebih mengkhawatirkan lagi, sekitar 75 persen siswa Indonesia belum mencapai standar minimum literasi membaca.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tahun 2023 berada di angka 64,68. Angka ini menunjukkan capaian yang masih berada pada kategori moderat.
Di sisi lain, tingkat melek huruf dasar Indonesia sudah mencapai sekitar 96 persen. Fakta ini menegaskan bahwa persoalan utama bukan lagi pada kemampuan membaca dasar, melainkan pada kualitas pemahaman.
Literasi: Fondasi Peradaban Modern
Dalam perspektif akademik, literasi tidak lagi dimaknai secara sempit. UNESCO pada 2024 mendefinisikan literasi sebagai kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, menciptakan, serta mengomunikasikan informasi dalam berbagai konteks.
Sementara itu, Brian Street membedakan literasi ke dalam dua model, yaitu autonomous model dan ideological model. Model autonomous menekankan literasi sebagai keterampilan teknis, sedangkan model ideological melihat literasi sebagai praktik sosial yang dipengaruhi oleh budaya dan konteks kehidupan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan