Ramadhan memberi kita kesempatan emas untuk melatih kesabaran secara konsisten selama 30 hari. Bayangkan kalau latihan ini diteruskan setelah Ramadhan selesai.

Mungkin kita tidak bisa menghindari ujian hidup. Tapi kita bisa memperkuat diri untuk menghadapinya.

Jadi, di Ramadhan kali ini, yuk bukan cuma menahan lapar dan haus. Jadikan bulan suci ini sebagai laboratorium pribadi untuk membangun resiliensi, memperkuat sabar, dan meningkatkan kesehatan mental kita.

Karena sabar bukan tanda lemah. Sabar adalah bukti bahwa kita sedang tumbuh.

Ananditha Nursyifa
Editor