Di sinilah konsep sabar dalam Psikologi Islam menjadi sangat relevan.

Sabar melatih:

  • Emotional regulation
  • Cognitive reframing (melihat ujian sebagai proses pertumbuhan)
  • Meaning-making (memberi makna spiritual pada kesulitan)

Konsep meaning-making ini sejalan dengan teori Viktor Frankl tentang pencarian makna dalam penderitaan. Dalam Islam, ujian dipahami sebagai sarana peningkatan derajat dan penghapusan dosa. Ini membuat penderitaan tidak terasa sia-sia.

Penelitian psikologi spiritual juga menunjukkan bahwa individu yang memiliki orientasi religius intrinsik cenderung memiliki tingkat stres lebih rendah dan resiliensi lebih tinggi.

Jadi, sabar dalam Psikologi Islam bukan hanya nilai moral, tetapi juga mekanisme psikologis yang memperkuat daya tahan mental.

Studi Psikologi Positif dan Kesabaran

Psikologi positif menekankan kekuatan karakter (character strengths). Dalam klasifikasi VIA Character Strengths, kesabaran masuk dalam kategori self-regulation dan temperance.

Ananditha Nursyifa
Editor