Kenapa Kesiapan Emosional Lebih Menentukan dari Kemampuan Baca?

Ini mungkin terdengar mengejutkan, tapi data ilmiah sangat konsisten soal ini.

Sebuah systematic review yang diterbitkan di Education Sciences (Januari 2025) yang menganalisis 57 studi menemukan bahwa kemampuan regulasi emosi anak berkorelasi positif yang signifikan dengan kemampuan akademik dan kompetensi sosial mereka di sekolah.

Dengan kata lain, anak yang bisa mengelola emosinya lebih baik di prasekolah cenderung lebih berhasil secara akademik, bahkan lebih dari anak yang sudah bisa membaca.

Penelitian lain yang diterbitkan di Early Childhood Research Quarterly (2024) dengan sampel 1.826 anak TK menemukan bahwa profil kesiapan anak yang rendah dalam kemampuan sosial-emosional — meski kemampuan kognitifnya tinggi — dikaitkan dengan risiko kesulitan yang persisten selama tahun-tahun sekolah berikutnya.

Dan dari Tandfonline (2025) menggunakan data dari National Survey of Children’s Health dengan sampel 10.766 anak usia 3–5 tahun, ditemukan bahwa child flourishing berkorelasi sangat kuat dengan perkembangan sosial-emosional (β = .655) dan self-regulation (β = .424) — dua hal yang jauh melampaui korelasi dengan keterampilan akademik awal.

Singkatnya: anak yang bisa mengatur emosinya, bergaul dengan teman, dan mengikuti instruksi akan jauh lebih mudah menyerap pelajaran — bahkan jika di awal belum bisa membaca sekalipun.

Ananditha Nursyifa
Editor