“Tidak semua ular berbisa. Ketika menemukan ular di lingkungan sekitar, masyarakat perlu memahami jenisnya terlebih dahulu dan tidak langsung mengambil tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun hewan tersebut,” ujar Raisya.
Menurut Raisya, kemunculan reptil di kawasan permukiman juga dapat berkaitan dengan perubahan atau kerusakan habitat. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa reptil merupakan bagian dari ekosistem yang memiliki peran penting dan perlu dijaga keberadaannya.
Melalui kegiatan gathering dan edukasi, Komunitas Reptil Bandung berupaya membangun pemahaman masyarakat bahwa mengenal reptil merupakan langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian.
Semangat tersebut sejalan dengan slogan komunitas, “Kenal dan Peduli”, yang mengajak masyarakat untuk memahami reptil sebelum membentuk pandangan atau mengambil tindakan terhadap hewan tersebut.
Kedepannya, Komunitas Reptil Bandung berharap dapat terus berkembang serta memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat memandang reptil secara lebih bijak dan turut menjaga keberlangsungan ekosistem di lingkungan sekitar.



Tinggalkan Balasan