Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal berbagai jenis reptil secara lebih dekat sekaligus memperoleh informasi mengenai cara berinteraksi dengan reptil secara aman.
Firman menuturkan, edukasi mengenai reptil juga penting agar masyarakat tidak sembarangan bertindak ketika menemukan reptil di lingkungan sekitar.
Ia pernah mengalami kejadian ketika seorang anak memegang seekor ular tanpa mengetahui bahwa ular tersebut termasuk jenis berbisa.
“Pengalaman itu cukup membuat kami terkejut. Dari situ terlihat bahwa edukasi mengenai reptil memang penting agar masyarakat tidak asal memegang hewan yang ditemui” katanya.
Anggota Komunitas Reptil Bandung, Raisya Nurhaliza menambahkan, masih banyak masyarakat yang belum memahami karakteristik dan jenis reptil. Salah satu anggapan yang kerap ditemui bahwa semua ular berbisa dan membahayakan sehingga masyarakat memilih untuk langsung membunuhnya.



Tinggalkan Balasan