Menurut dia, derasnya arus informasi membuat masyarakat membutuhkan kemampuan untuk memahami informasi, berpikir kritis, serta membedakan informasi yang benar dan keliru.
“Melimpahnya informasi belum tentu membuat kita semakin literat. Karena itu, literasi harus dimaknai lebih luas. Literasi bukan sekadar bisa membaca dan menulis,” kata Asep.
Ia mengatakan, tema “Baca, Berkarya, Berdaya” menggambarkan proses tersebut.
Kebiasaan membaca, kata Asep, diharapkan dapat menghasilkan pengetahuan yang kemudian diwujudkan dalam karya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita mulai dari membaca. Dari membaca lahir pengetahuan, dari pengetahuan lahir karya yang berdaya dan memberi manfaat bagi sesama,” ujarnya.
Asep juga mendorong agar perpustakaan tidak hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan membaca buku.
Menurut dia, perpustakaan dapat dikembangkan menjadi ruang publik yang memungkinkan masyarakat belajar, berdiskusi, dan berkreasi.



Tinggalkan Balasan