Lagi Cari Novel Baru tapi Bingung Mau Baca Genre Apa? Ini Dia 4 Genre Novel yang Paling Meledak di 2026!

Prolite – Kamu udah lama nggak nemuin novel yang bikin kamu susah nutup buku? Atau kamu tipe yang scroll-scroll Goodreads dan tetap bingung mau mulai dari mana? Tenang.. kamu nggak sendirian. Dan jawabannya mungkin ada di sini!

Industri penerbitan global lagi dalam kondisi yang sangat menarik di 2026. Nilai pasar buku global mencapai $86,12 miliar di 2025 dan diproyeksikan naik ke $90,19 miliar di 2026, ditopang kuat oleh lonjakan permintaan di kategori fiksi, yang tumbuh 6% dan menguasai 30% pangsa pasar.

Dan di dalam lautan fiksi itu, ada beberapa genre novel yang sedang jadi rebutan para pembaca. Yuk, kita bedah satu per satu!

Romantasy & Fantasi: Ketika Cinta Bertemu Sihir

Kalau kamu pernah dengar nama Fourth Wing karya Rebecca Yarros yang meledak luar biasa dalam beberapa tahun terakhir, itulah yang memicu gelombang besar romantasy yang masih belum surut sampai sekarang.

Romantasy (gabungan romance dan fantasy) bukan lagi genre niche. Di 2026, ia sudah menjadi “standalone titan” dalam industri buku global. Penjualan buku science fiction dan fantasy bahkan mencatat kenaikan luar biasa sebesar 41,3% antara 2023 dan 2024, sebagian besar didorong oleh tren hybrid ini.

Daya tarik romantasy sangat jelas: kamu mendapat keintiman emosional khas romance, dipadukan dengan world-building fantasi yang imersif dan penuh detail. Karakter-karakter dengan kekuatan magis yang menghadapi ancaman kerajaan, tapi di tengah semua ketegangan itu, ada kisah cinta yang bikin jantung berdegup kencang. Kombinasi yang nyaris sempurna untuk pelarian dari realita.

Di BookTok dan komunitas fandom, romantasy mendominasi diskusi. Tren yang sedang paling panas tahun ini?

Dark fantasy romantasy, di mana karakter-karakternya lebih morally grey, folklore-nya lebih gelap, dan tegangan romantisnya semakin intens. Bukan lagi putri yang diselamatkan pangeran, tapi dua karakter kompleks yang sama-sama menanggung beban besar, saling menarik dan mendorong, dan entah kenapa justru itu yang lebih memikat.

Ananditha Nursyifa
Editor