Perbaikan 367 Rutilahu Jadi Prioritas, Bandung Barat Libatkan Dunia Usaha Lewat Program CSR
BANDUNG BARAT, Prolite – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat terus melanjutkan program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada tahun 2026, sebanyak 367 unit rumah ditargetkan mendapatkan perbaikan dengan dukungan anggaran pemerintah daerah serta kolaborasi bersama sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan bahwa program rutilahu menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk dihuni.
Menurutnya, kebutuhan akan rumah layak huni di Kabupaten Bandung Barat masih cukup besar. Oleh karena itu, selain mengoptimalkan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya kalangan dunia usaha.
Jeje mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bandung Barat untuk berpartisipasi aktif melalui program CSR. Ia menilai keterlibatan sektor swasta dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan sosial, khususnya di bidang perumahan bagi masyarakat kurang mampu.
“Tahun 2026 sebanyak 367 unit Rutilahu sedang dilaksanakan, terdiri dari 249 unit di luar kawasan kumuh dan 118 unit di kawasan kumuh,” ujar Jeje.
Ia menjelaskan, dari total rumah yang diperbaiki tahun ini, sebanyak 249 unit berada di luar kawasan kumuh, sedangkan 118 unit lainnya berada di kawasan kumuh. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan layak.
Menurut Jeje, keberhasilan pelaksanaan program rutilahu tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan melalui program tanggung jawab sosial, dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk memperluas manfaat program kepada lebih banyak warga.
“Kami menyadari masih banyak warga yang menantikan bantuan serupa. Karena itu, selain mengoptimalkan APBD, kami juga terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak melalui program CSR agar semakin banyak rumah warga yang dapat diperbaiki,” katanya.
Ia berharap semakin banyak perusahaan yang berpartisipasi dalam mendukung program tersebut. Dengan kolaborasi yang terjalin, jumlah rumah yang dapat diperbaiki berpotensi bertambah sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Selain meningkatkan kualitas hunian, program rutilahu juga dinilai menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Rumah yang layak huni diharapkan mampu memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi penghuninya serta mendukung kualitas hidup yang lebih baik.
Jeje menegaskan bahwa pelaksanaan perbaikan ratusan rumah pada tahun ini bukan menjadi akhir dari program yang dijalankan pemerintah daerah. Menurutnya, Pemkab Bandung Barat akan terus melanjutkan berbagai langkah perbaikan secara bertahap sesuai kemampuan dan ketersediaan anggaran.
“Langkah demi langkah, Bandung Barat akan terus berbenah menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan program rutilahu dan dukungan berbagai pemangku kepentingan, Pemkab Bandung Barat berharap semakin banyak warga yang dapat menikmati tempat tinggal yang layak. Pemerintah daerah juga optimistis kolaborasi dengan dunia usaha melalui program CSR akan memperkuat upaya pembangunan di bidang perumahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bandung Barat. (dit/adv)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan