Oleh karena itu, Farhan mengimbau para pedagang memanfaatkan aplikasi SPHP dan aplikasi Mirah agar distribusi komoditas bersubsidi dapat berjalan lebih cepat ketika terjadi lonjakan permintaan.
“Kalau sewaktu-waktu kebutuhan meningkat, pasokan dari Bulog bisa segera masuk sehingga harga lebih mudah dikendalikan,” jelasnya.
Selain memastikan kelancaran distribusi pangan, Pemkot Bandung juga memperketat pengawasan melalui Satgas Pangan untuk mencegah praktik penimbunan barang.
“Saya pastikan Satgas Pangan terus mengawasi. Tidak boleh ada penimbunan karena itu berpotensi melanggar hukum pidana,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan dari pasar-pasar induk di Kota Bandung seperti Caringin, Gedebage dan Ciroyom, distribusi bahan pangan masih berjalan lancar tanpa hambatan.
Farhan juga mengingatkan Kota Bandung merupakan daerah konsumen yang sangat bergantung pada pasokan dari luar wilayah. Saat ini, kebutuhan pangan Kota Bandung dipenuhi oleh sekitar 16 provinsi di Indonesia.



Tinggalkan Balasan